oleh

Anggota DPRD Banten Ini Beri Empat Resep Kepada Anak Bangsa Hadapi Multikrisis

TILIK.id, Jakarta — Badai Bangsa melanda Indonesia dengan dampak sosial ekonomi yang besar. Kondisi ini mau atau tidak harus dikelola oleh anak bangsa agar bisa keluar dari multikrisis.

Ancaman penularan Covid 19 tak kenal ampun, siapapun bisa terinfeksi. Hempasan kesulitan hidup, keterbatasan mobilitas, potensi keresahan, gangguan
keamanan, dan harmoni sosial yang retak, adalah beban bersama.

Anggota DPRD Banten Moh Bahri memberikan empat resep yang patut dan layak diperankan oleh anak bangsa dalam menghadapi badai bersama ini meski berbeda perahu.

“Kita mungkin berada di perahu yang berbeda namun menghadapi badai yang sama. Karena itu siapapun kita, apa pun profesinya, tak lepas dari masalah ini,” ujar Moh Bahri seperti dikutip Radar Banten, Senin (4/1/2021).

“Maka satu hal yang harus tetap diken- cangkan adalah daya juang dan keber- samaan,” katanya.

Menurutnya, bangsa Indonesia bukan baru pertama meng- hadapi gejolak dan musibah. Sejak kemer-dekaan sekalipun, berkali-kali ujian datang.

“Dengan pertolongan Tuhan, dan ikhtiar bersama, seberat apa pun hempasan, tak bisa membinasakan,” imbuhnya.

Sebagai sebuah bangsa, topangan untuk lolos ujian tak lain adalah solidaritas dan menularkan semangat kebangkitan. Namun semua itu tak selalu tergantung kebijakan elite politik, melainkan bisa lahir dari prakarsa rakyat.

“Dengan kata lain, rakyat adalah pemegang saham keselamatan NKRI hari ini,” ujar politisi Partai Gerindra ini.

Karena itu, tanbah dia, ada beberapa langkah yang bisa diperankan sebagai anak bangsa. Pertama, menumbuhkan empati, saling peduli, saling dukung, dan saling bantu.

Kedua, mengesampingkan sebaran konflik dan provokasi yang memancing gejolak sosial.

Ketiga, memberi dukungan atas prakarsa sosial, atau gerakan komunitas, yang bekerja tulus dalam mengatasi problem kemasyarakatan.

“Keempat, mengoptimalkan sumber daya untuk membantu semangat bersama,” kata wakil rakyat Banten dari Dapil Kabupaten Tangerang ini.

Kalau bisa berkontribusi dalam opini publik, Moh Bahri menyarankan gunakan medsos untuk mengabarkan kebaikan.

“Jika kita punya pengaruh di lingkungan, tampilkan sikap yang menyemangati sesama,” pungkasnya. (lms)

Komentar