oleh

Testimoni Rahmat Hutabarat yang Tuna Rungu kepada Geisz Chalifah

TILIK.id, Jakarta — Tak banyak yang mengenal aktivis sosial Geisz Chalifah. Namun begitu dia tampil berdebat menampik serangan pada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, namanya melambung. Empat kali di IILC dan beberapa kali di Dua Sisi, serta beberapa kali di Kompas TV mencuatkan namanya di panggung politik.

Di media sosial apalagi. Facebook, instagram, twitter, dan WA sering diwarnai debat panas Geisz dengan para pembenci Anies. Geisz menyebut Ade Armando dan Denny Siregar sebagai pecundang dan golongan otak dikit.

Nama yang tidak dikenal kini menjadi perhatian kalangan pendamba demokrasi dan objektivitas serta akal sehat, bukan otak pecundang.

Geisz Chalifah

Seorang tuna rungu pun akhirnya kagum dengan Geisz Chalifah. Rahmat Hutabarat kemudian menuliskan catatannya berupa surat kepada Geisz Chalifah. Berikut tertimoni dalam suratnya kepada mantan aktivis HMI itu:

“Saya Rahmat Hutabarat alias Ade, pria asal Sumatera Utara, dan saat ini tinggal di daerah di Cikarang-Bekasi, berprofesi sebagai Ojek Online.

Sesungguhnya saya dari dulu tidak terlalu peduli dengan politik, namun politik membuat saya tertarik sejak kondisi politik DKI memanas saat Pilkada 2017. Dari pergulatan politik itulah saya mengenal sosok bernama Geisz Chalifah. Beliau yang saya tahu adalah salah satu orang yang berada di Kubu Anies – Sandi kala itu.

Hampir setiap perdebatan beliau di sosial media saya ikuti, saya merasa narasi-narasi yang disampaikan cerdas dan cadas sehingga sangat seru untuk disaksikan, ini sekaligus hiburan buat saya disaat menunggu orderan.

Saya hanya tahu beliau di sosial media karena saya seorang tuna rungu. Pada tahun 2016 saya mengalami sakit yang berkepanjangan sehingga efek dari itu saya harus kehilangan pendengaran saya pada tahun 2016 akhir, sehingga sejak dari awal hingga saat ini saya tidak dapat mendengarkan langsung narasi2 beliau di tv yang mungkin jauh lebih seru lagi.

Saya sangat senang dengan beliau karena berani tampil di garda terdepan untuk menangkis segala nyinyiran netizen kepada Anies Baswedan dan ini bagi saya pribadi hiburan juga layaknya pertandingan tinju.

Tudingan-tudingan dari orang-orang yang berseberangan dengan Anies Baswedan dibantah secara bertubi-tubi oleh beliau dengan fakta dan data serta jejak digital (SMA lu Dimana, liberal udik, otak dikit adalah beberapa istilah-istilah yang sering digunakan beliau)

Satu hal yang mau saya sampaikan bahwa Anies Baswedan sangat beruntung punya Pa Geisz walau sayapun tidak tahu bagaimana hubungan antara mereka. Kerja Anies Baswedan selama menjadi Gubernur tidak akan kelihatan karena selalu dihujat orang-orang yang berseberangan dengan beliau.

Namun dengan adanya Pak Geisz orang-orang yang merasa sok paling benar itu satu persatu dibungkam oleh Pak Geisz dan lewat narasi-narasi yang disampaikan Pak Geisz kinerja Anies Baswedanpun turut disampaikan kepada publik.

Andai ada kesempatan kelak, ingin rasanya bisa berjumpa langsung dan menyalami Pak Geisz, pengen tau juga orang aslinya seperti apa.. Hahaha..

Salam kenal Pak @Geisz.

Komentar