Belanda Lolos Piala Dunia

Oleh: Geisz Chalifah

 

ORANGE tak pernah juara Piala Dunia. Bahkan gelar Eropa pun hanya sekali, pada tahun 1988. Setelah itu, Belanda tak lagi mengangkat trofi besar.

Tetapi kehadiran Belanda di Piala Dunia tak pernah sekadar sebagai peserta. Mereka datang membawa sesuatu yang tak dimiliki banyak tim lain: warna, gaya, dan aliran sepak bola sendiri.

Belanda adalah tim yang menjadikan sepak bola bukan hanya soal menang, tetapi juga cara bermain. Mereka pernah melahirkan Total Football, gagasan yang mengubah permainan modern. Dari Johan Cruyff sampai generasi-generasi setelahnya, Belanda selalu meninggalkan jejak pemikiran, bukan sekadar hasil pertandingan.

Karena itu, saat Belanda lolos ke Piala Dunia, dunia sepak bola ikut mendapat nyawa tambahan. Turnamen menjadi lebih menarik ketika ada tim yang berani menyerang, berani memainkan bola, dan berani tampil dengan identitas sendiri.

Sebagai penggemar loyal, saya boleh bicara apa saja tentang Belanda tanpa perlu mengejek tim lain. Dukungan sejati tak butuh merendahkan lawan.

BACA JUGA :  Bek Spanyol Absen Lawan Belanda di Leg Kedua Perempat Final Liga Bangsa Eropa

Tetapi saya punya kemarahan sendiri pada mereka yang membawa sepak bola terlalu jauh ke wilayah politik. Ketika stadion, rumput, dan simbol olahraga dipakai untuk pencitraan serta saling menjatuhkan, yang rusak bukan hanya lapangan, melainkan kepercayaan publik.

JIS pernah menjadi contoh bagaimana sebuah karya diperdebatkan bukan karena mutu, melainkan karena kepentingan. Bahkan dengan cara bangsat Erick Thohir merusak rumput JIS yang sampai hari ini sudah dikembalikan ke semula, tetapi tetap tak seperti semula. Akibat dari arogansi dan mental untuk merusak karya orang lain.

Ketika kebangsatan politik memasuki dunia olahraga, datang ramai-ramai ke JIS, membuat drama, dan melakukan kebohongan publik, yang runtuh bukan mereka, melainkan olahraganya itu sendiri.

Para bangsat yang datang ramai-ramai ke JIS itu tetap tertawa-tawa dan berkuasa, walau Timnas telah gagal. Kalian yang datang ke JIS saat itu hanya untuk merusak. Kalian semua bangsat.

Mari kembali kepada Belanda.

Tim ini selalu punya cara membuat pendukungnya berharap, lalu kadang patah hati, lalu berharap lagi. Itulah nasib mencintai Oranje. Mereka bukan langganan juara, tetapi langganan dikenang.

BACA JUGA :  Gasak Kroasia 3-0, Argentina Menunggu Maroko atau Prancis di Final

Ada tim yang kaya piala. Ada tim yang kaya sejarah. Ada tim yang kaya gaya bermain. Belanda termasuk golongan terakhir itu.

Mereka bisa kalah, tetapi jarang membosankan. Mereka bisa gagal, tetapi tak pernah benar-benar hilang. Setiap kali Oranje datang ke Piala Dunia, selalu ada kenangan lama yang ikut hidup kembali: warna orange, umpan-umpan berani, dan keyakinan bahwa sepak bola seharusnya dimainkan dengan keberanian.

Belanda lolos Piala Dunia.

Bagi sebagian orang, itu hanya kabar biasa. Bagi penggemarnya, itu alasan untuk percaya sekali lagi.

Komentar