oleh

UMA Takziah Virtual untuk Awad Bahasoan, Ibu Arfah Nasution dan Muchlis Rantoni

TILIK.ID — Perkumpulan UMA Ahad malam (1/8/2021) menggelar takziah  untuk alm. Awad Bahasoan, almh. Ibu Arfah Nasution dan alm. Muchlis Rantoni Ruddin.

Takziah  yang dipimpin Host Tigor Sihite itu diikuti yunior-yunior dan kerabat Awad Bahasoan antara lain Sulaeman Sandayana, Ferry Mursyidan Baldan, Darul Siska, Sofhian Mile, Syamsuddin Ch Haesy, Asnawi Hamid, Ayub Suratman, Anthony Hilman, dan banyak lagi.

Awad Bahasoan yang dikenal salah satu mantan akktivis HMI dan intelektual muslim wafat pada Sabtu 31 Juli 2021 di RS Pasar Minggu Jakarta Selatan.

Dua hari sebelum Awad Bahasoan tutup usia, mantan aktivis HMI lainnya Muchlis Rantoni Ruddin juga wafat pada 29 Juli 2021 di RS Ciputra.

Sementara Ibu Arfah Nasution wafat pada 16 Juli 2021 di RS Pusat Pertamina. Almh Ibu Arfah Nasution adalah ibunda Hj Hanifah Husein, Koordinator Presidium MN FORHATI,  dan juga Ibu Mertua mantan Menteri Agraria Tata Ruang Ferry Mursyidan Baldan.

Awad Bahasoan dimakamkan di Tanah Kusir, Ibu Arfah Nasution dikebumikan di TPU Karet, dan Muchlis Rantoni Ruddin dimakamkan di pemakaman Al Azhar Memorial Garden Karawang.

Dalam takziah, hadir membacakan doa HM Sofhian Mile, dan ceramah tausyiah Syamsuddin Ch Haesy. Ada pula Lilik Muflihun dengan bait-bait puisinya untuk alarhum Awad Bahasoan dan almh Arfah Nasution.

Tampil memberikan testimoni antara lain anggota DPR RI Darul Siska, Ferry M Baldan, Asnawi Hamid, Yuyon Ali Fahmi, Anthony Hilman, Idar Darmahusni, Lies Effendy, Kasma Kasim Marewa, Sulaeman Sandayana, Syamsir, Djabaruddin, Farida Sihite, dan Komaruddin Rahmat.

Banyak testimoni atas kebaikan alm. Awad Bahasoan semasa hidup, saat bergaul, dan berdiskusi. Banyak yang mengagumi pikiran-pikirannya tentang ipoleksosbud melalui Majalah Prisma di mana Awad adalah pengelola dan pengisi konten-konten Prisma waktu itu.

Majalah Prisma adalah bacaan elite kalangan mahasiswa dan cendikiawan waktu itu. Kelas menengah terdidik menjadikan Prisma adalah referensi sosial yang selalu diburu.

“Saya mengenal pikiran-pikiran almarhum dari Majalah Prisma. Waktu mahasiswa, tidak pede rasanya ikut forum-forum diskusi kalau tidak membaca Prisma,” kata Syamsir Muis.

Lies Effendi mengenang almarhum saat mahasiswa IKIP Jakarta dan di HMI. Lies mengaku almarhumlah yang mengajak masuk HMI saat Lies sudah ada di GMNI.

“Wakttu saya melanjutkan studi, Bang Awad terus mendorong saya. Bang Awad pun menasehati untuk menjaga nama baik Kohati,” kata Lies.

Di kalangan Perkumpulan UMA, alm Awad Bahasoan tak hanya teman diskusi, tapi juga teman olahraga jalan sehat. Di usianya yang sudah 73 tahun, alm masih kuat lari, dan jogging berkilo-kilo.

Bahkan almarhum paling cepat jalan atau larinya di antara pegiat jalan sehat alumni HMI. Saat Komaruddin Rahmat jalan sehat Bogor-Jakarta, Awad Bahasoan ikut jalan, dan jalannya lebih cepat dan tetap berenergi.

Sisi lain yang dikenang oleh Darul Siska adalah sifat rendah dirinya. Awab Bahasoan tidak pernah merasa senior dari junior-juniornya. Darul menceritakan suatu hari almarhum ingin bertemu. Darul mengatakan Bang Awad tidak usaha repot-repot datang. Kami yang akan datang menemui Bang Awad.

“Bang Awad malah bilang, saya yang butuh maka sayalah yang datang,” kata anggota DPR RI dari Golkar ini.

Hal sama dikatakan Menteri Agraria Tata Rusng RI 2014-2016 Ferry Mursyidan Baldan. Selain menceritakan hari-hari terakhir ibu mertuanya, almh Arfah Nasution, yang dirawat di RS Pusat Pertamina hingga tutup usia dan pemakamannya, Ferry juga mengenang hubungannya dengan Alm Awad Bahasoan yang tidak terlalu lama.

“Saya tidak begitu lama mengenal dan berinteraksi langsung dengan almarhum. Namun saya mengambil kesan yang baik dengan Bang Awad. “ kata mantan Ketum
PB HMI ini.

Takziah virtual ditutup dengan doa oleh mantan anggota DPR tiga periode dan mantan Bupati Luwuk Banggai HM Sofhian Mile. Sedang pembacaan ayat Suci Al Quran dibawakan Ibu Faizah Sodri. (dkm)

Komentar