oleh

Gubernur Anies Berharap Kaum Betawi Menjadi Masyarakat Pembelajar

TILIK.id, Jakarta — Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, Jum’at – 22 Januari 2021, berharap, kaum Betawi menjadi masyarakat pembelajar (learning society), sesuai dengan perkembangan realita tantangan dan perubahan masyarakat di seluruh dunia, akibat pandemi Covid 19.

Gubernur yang kinerjanya banyak membuahkan berbagai penghargaan nasional dan internasional, itu mengungkapkan harapannya, saat menjadi pembicara kunci sekaligus membuka Perkuliahan Umum Tahun 2021 (secara virtual) Perkumpulan Gerakan Kebangkitan (Gerbang) Betawi, yang diikuti sekitar 100 intelektual Betawi berbagai latar akademik dan keilmuan.

Dalam acara yang difasilitasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Jakarta, itu Anies mengemukakan, dunia sedang dilanda krisis. Mulai dari krisis kesehatan, ekonomi, dan kemudian politik.

Krisis, menurut Anies perlu dipahami sebagai suatu perubahan yang dipercepat yang akan menimbulkan babak baru di masa-masa berikutnya setelah krisis itu berakhir.

Dalam konteks itu, masyarakat mesti terus menerus mengasah kemauan dan kemampuan membaca perubahan.
Masyarakat pembelajar (learning society), membaca perubahan itu secara aktual, tidak membaca perubahan yang terjadi hari ini, seperti membaca perubahan yang terjadi dalam kondisi biasa, seperti yang terjadi di hari-hari kemarin.

Anies memberi apresiasi kepada Perkumpulan Gerbang Betawi sebagai organisasi para intelektual yang memberi perhatian khas terhadap berbagai persoalan aktual secara lokal, nasional dan global. Terutama, karena Gerbang Betawi mengembangkan tradisi perkuliahan, diskusi, dan intellectual exercise yang bersifat inklusif.

Anies berharap, “Gerbang Betawi paling depan memenangkan perubahan itu dan merespon aktif tibanya babak baru kehidupan pasca pandemi.”

Kaum Betawi dengan watak budaya egaliter dan kosmopolit mempunyai pengalaman panjang dalam mewadahi dan memfasilitasi interaksi kesadaran berbagai etnis dan sub sistem budaya lain untuk bergerak bersama mewujudkan proses membangsa, mewujudkan ke-Indonesia-an, jauh sebelum Indonesia merdeka.

Pada bagian lain pemikirannya, Anies mengemukakan, bagaimana dinamika arus perubahan kebudayaan dan peradaban Indonesia terjadi. Kesemua itu, memantik kesadaran, bahwa kebudayaan yang mempunyai korelasi dengan dinamika sosial, ekonomi, dan politik harus terus dikembangkan.

Ada hal-hal dari kebudayaan masa lalu yang mesti dilestarikan dan berbagai peninggalan budaya yang masuk ke dalam museum, sehingga menjadi referensi untuk mengembangkan kebudayaan di masa kini dan di masa depan. Akan tetapi, esensinya adalah bagaimana masyarakat mesti mengembangkan kebudayaan itu.

Anies menegaskan, kemauan untuk berubah akan melahirkan kebaruan dalam melihat persoalan dan menjawab tantangan, serta menemukan berbagai peluang untuk menyiapkan masa depan yang lebih baik.

Arah pemikiran Anies dalam kesempatan itu menjadi pijakan bagi seluruh proses perkuliahan umum Gerbang Betawi 2021 yang diharapkan merupakan ragkaian ikhtiar memperluas wawasan dan pengetahuan yang relevan dengan perkembangan era (peradaban) yang terus bergerak ke masa depan. Tidak tertinggal di masa lalu atau tertambat di hari ini.

Sebelumnya, dr. Ashari, Direktur Eksekutif Gerbang Betawi dalam pengantar perkuliahan umum itu mengemukakan berbagai pandangan outward looking kaum Betawi merespon dinamika kehidupan lokal, nasional, dan global.

“Kaum Betawi mesti memainkan peran sebagai avant garde perubahan baik, untuk itu perkuliahan umum ini diselenggarakan,” tegasnya.

Lahyanto Nadie, tokoh Forum Jurnalis Betawi merespon dan mengarisbawahi pandangan Gubernur Anies terkait masyarakat pembelajar (learning society) sebagai isu utama yang penting.

Pemikiran itu relevan dengan terkoneksi dengan isu sejenis yang mengemuak dalam forum Ngaji Budaya – Lembaga Kebudayaan Betawi (LKB) sehari sebelumnya.

Perkuliahan Umum 2021 dimulai dengan topik: “Prospek, Peluang, dan Solusi Masyarakat Betawi dalam Peningkatan Ekonomi, Pengaruh Politik dan Kompetisi Global.”

Pemateri sesi pertama ini, Purwanto – anggota DPRD DKI Jakarta dan N. Syamsuddin Ch. Haesy – anggota Dewan Pakar Perkumpulan Gerbang Betawi. (nsh/lms)

Komentar