oleh

Kompak, Ketum PB HMI, Kohati dan Korpres Forhati di Ultah Moh Bahri

TILIK.id — Ketua Umum Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Raihan Ariatama dan Ketua Kohati PB HMI Umairoh Fauziah tampil bagus ketika memaparkan pandangannya di hadapan puluhan seniornya pada Ahad malam.

Acara ittu sebenarnya hanya tasyakuran atas ulang tahun anggota DPRD Banten Moh Bahri yang juga alumni HMI. Acara ultah dengan buka puasa bersama itu digelar di Nyiur Resto yang berlokasi di Putri Duyung Taman Impian Jaya Ancol, Ahad malam (2/5/2021).

Sengaja diundang Ketua Umum PB HMI yang baru terpilih pada Kongres XXXI Surabaya dan Ketua Kohati PB HMI itu. Menariknya juga acara itu dihadiri Koordinator Presidium Forum Alumni HMI Wati (Forhati) Hj Hanifah Husein. Ketiganya kompak hadir.

Tak hanya ketiga pimpiinan organisasi hijau hitam itu, hadir sekitar 35-an senior HMI seperti mantan Ketum PB HMI 1990-1992 Ferry Mursyidan Baldan, anggota DPR Fraksi Golkar Drs H Darul Siska dan Nyonya, mantan Ketum HMI Cabang Manado Ade Adam Noch, Geisz Chalifah, dan N Syamsuddin Ch Haesy.

Kemudian hadir pula Ketua Umum METI (Masyarakat Energi Baru Terbarukan Indonesia) Ir Surya Darma, mantan Kakanwil Hukum dan HAM Palembang Ayub Surahman, Ketua Umum UMA Ir Tigor Sihite, Farida Sihite, mantan Ketua Umum HMI Cabang Bandung Lilik Muflihun, Abdullah Hafidz, pegacara Anthony Hilman dan Nyonya, Bang Karmin Durin, dan Dhifla Wiyani.

Tak banyak yang disampaikan Moh Bahri di ulang tehunnya yang didampimgi istri Jamilah Abdul Gani SH dan putranya Raihan Bahri. Dia menyampaikan terima kasih atas kehediran dan doanya.

Di acara itu, yang menarik adalah tampilnya dua petinggi PB HMI itu memberikan pandangan-pandangannya
soal HMI yang dipandu Hj Hanifah Husein.

Moh Bahri dan Istri Jamilah Abdul Gani di ulang tahunnya di Ancol, Ahad malam.

Usai buka puasa bersama seniornya, Raihan Ariatama bergantian dengan Ketum Kohati PB HMI Umairoh Fauziah memaparkan pokok-pokok pikirannya yang baru bulan lalu tepilih pada kongres Surabaya.

Raihan mengatakan, konsern PB HMI pada penguatan nilai-nilai kebangsaan dan keIslaman. Seperti misalnya PB HMI selama ini kurang getol memperkuat Islam moderat. Begitu juga dengan masalah kebangsaan seperti isu-isu separatisme.

“Maka program PB HMI kedepan mengkampanyekaan secara masif isu-isu kebangsaan seperti apa, dan isu-isu keIslaman yang moderat itu seperti apa,” kata Raihan Ariatma saat didaulat menyampaikan pokok-pokok pikirannya soal HMI.

Kemudian PB HMI juga akan lebih intensif dalam progran teknologi digital yang sangat penting ini. Menurut Raihan, kader-kader HMI dalam sehari menggunakan 8 sampai 12 jam waktunya untuk memegang gadget.

“Namun hal itu dilakukan hanya sekadar untuk kegiatan-kegiatan yang bersifat hiburan semata. Karena itu tugas kami, minimal 1 jan sekali kader-kader HMI menggunakan waktunya untuk memasifkan isu-isu kebangsaan dan keislaman,” kata Raihan yang didampingi beberapa jajarannya.

Di tempat yang sama, Ketum Kohati PB HMI Umairoh Fauziah mengakui saat ini kepengurusan Kohati tengah dalam persiapan rapat kerja. Usai lebaran seluruh program sudah bisa dirumuskan.

“Namun, gambaran besar program Kohati merupakan hasil dari Munas Kohati di Kongres 31 Surabaya. Apa nanti yang kami susun adalah amanah dari pengurus cabang di Munas. Ada juga rekomendasi hasil Kongres,” katanya.

Umairoh mengakui dalam beberapa tabun terakhir, terjadi penurunan kualitas dan kuantitas SDM HMI. Karena itu, berdasarkan kondisi yang ada, maka mutlak harus mengintensifkan program kaderisasi.

Para senior HMI yang hadir juga dimintai memberikan saran dan pemikiran kepada Raihan Ariatama dan Umairoh Fauziah.  Antara lain oleh Darul Siska, Geisz Chalifah, Tigor Sihite, Ade Adam Noch, Moh Bahri, Ayub Suratman, Lilik Muflihun, Anthony Hilman, Ferry Mursyidan Baldan, Surya Darma,  dan jiuga Hanifah Husein.

Acara ditutup dengan doa Milad untuk yang berulamg tahun Moh Bahri oleh  Syansuddin Ch Haesy. (als)

Komentar