TILIK.ID — Mimpi Italia untuk kembali berlaga di putaran final Piala Dunia 2026 tinggal selangkah lagi. Itu setelah mengalahkan Irlandia Utara 2-0 di semi final play-off di Stadion Bergamo Italia, Jumat dini hari WIB (27/3/2026).
Irlandia Utara berjuang keras melawan Italia yang berada di bawah tekanan besar agar lolos, menyusul kegagalan dua kali berturut-turut gagal tempil di Piala Dunia.
Italia yang bermain penuh beban itu akhirnya bisa mencetak gol di babak kedua melalui Sandro Tonali dan Moise Kean.
Dalam laga, Irlandia Utara sempat membuat fans Italia tegang. Sampai pada menit ke 58, Italia belum bisa mengoyak gawang tim tamu.
Namun ketegangan dan tekanan itu pecah saat Tonali memanfaatkan sapuan bola yang buruk dari Isaac Price untuk melepaskan tendangan keras ke gawang.
Kean, yang menjadi ancaman nyata sepanjang laga, kemudian mengunci kemenangan sepuluh menit menjelang bubaran melalui tendangan kaki kiri yang masuk setelah membentur tiang gawang.
Meskipun Irlandia Utara bertahan dengan baik, mereka jarang menciptakan peluang matang untuk mencetak gol. Mereka seperti membutuhkan Conor Bradley dan Dan Ballard yang absen karena cedera.
Absennya dua pemain inti tersebut membuat O’Neill –yang harus membagi fokus dengan pekerjaannya sebagai bos Blackburn– menurunkan skuad dengan rata-rata usia hanya 22,5 tahun.
Skuad Irlandia Utara kali ini merupakan starting XI termuda kedua Irlandia Utara di era pasca-perang, dengan Paddy McNair (30 tahun) sebagai satu-satunya pemain yang berusia di atas 24 tahun.
Dalam laga, Italia langsung menekan sejak awal. Tembakan dini Kean terbentur dan melebar, disusul sundulan Tonali dari sepak pojok yang melambung tipis di samping gawang.
Pierce Charles kemudian menepis tendangan keras Federico Dimarco, sementara Trai Hume melakukan blok krusial untuk menggagalkan sontekan jarak dekat Tonali.
Irlandia Utara mulai bernafsu, ketika Riccardo Calafiori dari Arsenal memberikan sepak pojok. Umpan silang melengkung Justin Devenny entah bagaimana memantul di dalam kotak penalti tanpa ada satu pun pemain yang menyentuhnya.
Kendati demikian, formasi rapat dan kompak Irlandia Utara berhasil membuat skuad Italia frustrasi dan gugup dalam menciptakan peluang bersih.
Gennaro Gattuso dipastikan memberikan arahan keras kepada para pemain Italia saat jeda, dan mereka pun kembali ke lapangan dengan semangat berkobar.
Italia sempat mendapat “hadiah” peluang besar ketika operan balik Terry Devlin mengenai McNair, membuat bola bergulir ke arah Mateo Retegui. Namun, Spencer melakukan aksi penyelamatan gemilang sebelum kiper Charles berjibaku mengamankan bola. Tak lama kemudian, tembakan keras Kean kembali ditepis oleh Charles.
Gol yang ditunggu-tunggu akhirnya tiba. Price mencoba menghalau umpan silang dari sisi kanan dengan sundulan, namun bola justru jatuh tepat ke arah Tonali yang langsung menyambarnya dengan tembakan first-time.
Kean kembali nyaris mencetak gol sebelum Hume melakukan penyelamatan gemilang keduanya di menit ke-73, dengan menghalau sundulan Esposito tepat di garis gawang.
Lima menit berselang, Kean kurang beruntung saat tendangan salto ambisiusnya meleset, namun ia akhirnya memberikan pukulan mematikan. Tonali berganti peran menjadi pelayan dengan mengirim umpan lambung ke depan.
Mantan penyerang Everton itu bergerak menusuk melewati Ruairi McConville sebelum menaklukkan Charles dengan tendangan rendah.
Pemain pengganti Jamie Reid sempat menyontek bola yang melebar dari sepak pojok di masa injury time, namun kesempatan Irlandia Utara sudah tertutup rapat. |••









Komentar