oleh

Said Didu dan Rizal Ramli ‘Berteriak’ soal Tol Medan-Kualanamu Diobral Murah ke Swasta LN

TILIK.id — Suara kritis kembali dilontarkan Said Didu dan Rizal Ramli. Kali ini yang dia sorot adalah tol Medan-Kualanamu yang dibangun dengan hasil utang namun dijual murah kepada swasta asing.

Said Didu menilai pelepasan Jalan Tol Medan-Kualanamu dari pemerintah melalui Waskita Karya kepada investor dari Hong Kong terlalu murah.

Said Didu menilai Jalan Tol Medan-Kualanamu yang di bagun dengan biaya invetasi Rp4,7 triliun kenapa hanya di lepas pada investor Hong Kong dengan harga Rp824 miliar.

“Sudah terjadi obral Jalan Tol? Investasi Jalan Tol Medan-Kualanamu thn 2016 sbsr Rp4,7 trilyun jadi nilai 30 (persen) saham sktr Rp1,4 trilyun (blm tmsk bunga bank dan potensi untung) tapi kok hanya dijual Rp 824 milyar?” tulis Said Didu pada akun twitternya @msaid_didu, Kamis (22/4/2021).

Selain harga murah, Said Didu juga mempertanyakan kepada siapa jalan tol itu dijual. Didu mengatakan jalan tol itu dilepas ke investor Hong Kong.

Sedangkan ekonom Rizal Ramli mengatakan divestasi Jalan Tol Medan-Kualanamu seperti jualan, di obral pake potongan harga atau discount.

“Ini mah jualan “obral pake discount” dgn subsidi negara,” tulis Rizal Ramli @RamliRizal, Jumat (23/4/2021$.

Seperti diketahui, Jalan Tol Medan-Kualanamu sepanjang 61,7 kilometer itu dikelola PT Jasa Marga Kualanamu Tol (JMKT). JMKT mulai dioperasikan pada 2016 lalu.

Divestasi saham 30 persen saham JMKT diselenggarakan di gedung Kementerian BUMN, Jakarta, antara Direktur Utama Waskita Toll Road Septiawan Andri Purwanto dan pihak investor Hong Kong, Kings Ring Ltd diwakili oleh CEO dari Road King Expressway Fung Tat Sun Patrick.

Dalam penandatanganan divestasi itu, turut hadir President Director Waskita Destiawan Soewardjono dan Wakil Menteri 2 Kementerian BUMN Kartika Wirjoatmodjo.

Destiawan Soewardjono pada antara mengungkapkan bahwa divestasi Jalan Tol Medan-Kualanamu merupakan langkah awal untuk divestasi 9 ruas Jalan Tol lainya yang masih dalam tahap negosiasi.

“Beberapa ruas lain masih dalam proses negosiasi dan dalam tahap studi oleh investor,” ujar Destiawan.

Investasi pembangunan Jalan Tol Medan-Kualanamu mencapai Rp4,9 triliun dengan ruas sepanjang 61,7 km. Divwstasu saham sebesar 30 persen ke investor Hongkong itu akhirnya mendapat kritikan Said Didu dan Rizal Ramli. (bms)

Komentar