Pertama dalam Sejarah, GBK Catat Pendapatan Tertinggi Rp812 Miliar

PENATAAN BLOK 15 EKS HOTEL SULTAN DIHARAPKAN PERKUAT ASET NEGARA

TILIK.ID — Pusat Pengelolaan Kawasan Gelora Bung Karno (PPKGBK) kembali mencetak sejarah dengan meraih pendapatan tertinggi dalam 63 tahun pengelolaan kawasan GBK.

Capaian pendapatan tertinggi ini di bawah kepemimpinan Direktur Utama GBK Rakhmadi A. Kusumo dan kerja sama seluruh jajaran.

Setelah mencatat pendapatan Rp566 miliar pada 2024, GBK kembali mencatat pendapatan sebesar Rp812 miliar pada 2025 berdasarkan laporan keuangan yang telah diaudit.

Salah satu even yang digelar di kawasan GBK.

Capaian ini semakin memperkuat momentum optimalisasi aset negara, termasuk melalui penataan Blok 15 (eks Hotel Sultan) yang diharapkan dapat memberikan nilai tambah ekonomi dan manfaat yang lebih besar bagi negara serta masyarakat.

BACA JUGA :  Catat, Senin Malam Esok Timnas Indonesia Tantang Bulgaria di GBK

Direktur Keuangan PPK GBK, Hendry Arisandi, menyampaikan bahwa pendapatan GBK pada 2025 menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan periode pascapandemi Covid-19.

Even ekonomi dan UMKM di GBK

“Pada 2022, pendapatan GBK tercatat sebesar Rp255 miliar. Artinya, pendapatan 2025 meningkat hampir empat kali lipat dalam kurun tiga tahun,” kata Hendry dalam keterangan persnya, Senin (11/5/2026).

BACA JUGA :  Ini Pengaturan Akses dan Lokasi Parkir di GBK saat Laga Timnas Indonesia vs China

Sepanjang 2025, kawasan GBK terus dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan olahraga, budaya, MICE, rekreasi, komersial, serta agenda publik berskala nasional dan internasional.

Direktur Utama PPKGBK, Rakhmadi A. Kusumo, menyampaikan bahwa capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh jajaran, dukungan pemerintah, mitra, pengguna kawasan, dan masyarakat.

BACA JUGA :  Pemerintah Peduli Nasib Karyawan Hotel Sultan, Segera Ada Posko Layanan

“Alhamdulillah, pendapatan GBK pada 2025 mencapai Rp812 miliar berdasarkan laporan keuangan audited. Capaian ini menjadi dorongan bagi kami untuk terus menjaga amanah pengelolaan kawasan GBK secara profesional, tertib, dan memberi manfaat nyata bagi negara serta publik,” ujar Rakhmadi.

Even musik dan entertainmen di GBK.

Ke depan, PPKGBK berharap kinerja positif tersebut dapat semakin diperkuat melalui penataan dan optimalisasi Blok 15 (eks Hotel Sultan). PPKGBK memandang penataan Blok 15 sebagai bagian penting dari agenda optimalisasi aset negara di kawasan GBK.

BACA JUGA :  Fans Grup Musik RADWIMPS Berdatangan ke Stadion Tenis Indoor GBK Senayan

Proses ini diharapkan dapat memperkuat fungsi kawasan GBK sebagai pusat olahraga, ruang publik, kegiatan nasional, MICE, rekreasi, serta aktivitas ekonomi yang sehat dan terukur.

Pameran produk-produk UMKM di GBK

Dalam pelaksanaannya, PPKGBK berkoordinasi dengan Kementerian Sekretariat Negara, Kementerian Keuangan, pemerintah daerah, aparat penegak hukum, Kepolisian, TNI, dan unsur terkait lainnya.

Koordinasi ini dilakukan agar seluruh proses terkait Blok 15 berjalan tertib, aman, terukur, dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

GBK merupakan komplek olahraga terbesar yang berada di jantung ibukota Republik Indonesia.
Memiliki visi menjadi kawasan olahraga terintegrasi yang modern, ramah lingkungan dan mendunia.

Komentar