oleh

Laporan Rinci Pusdalops-PB BNPB soal Gempa Sulawesi Barat

TILIK.id, Jakarta — Gempa tektonik yang melanda Majene dan Mamuju di Sulawesi Barat membawa ratusan korban pengungsi dan 9 orang untuk sementara dikabarkan meninggal dunia. Laporan rinci yang disiarkan Pusdalops-PB BNPB telah dirilis Jumat siang tadi (15/1/2021).

Menurut BNPB, gempa yang terjadi berkekuatan magnitudo 6,2 SR pada Jumat dinihari 15 Januari pukul 01:28:17 WIB. Lokasi pusat gempa berada pada 2.98 LS, 118.94 BT (6 km Timur Laut Majene Sulawesi Barat dengan kedalaman 10 Km.

Adapun rincian lainnya adalah: Korban jiwa di Kab. Majene sebanyak 8 orang dan luka-luka kurang lebih 637 orang. Pengungsi kurang lebig 15.000 yang terbagi pada 10 titik pengungsian, yakni Desa Kota Tinggi, Desa Lombong, Desa Kayu Angin, Desa Petabean, Desa Deking, Desa Mekata, Desa Kabiraan, Desa Lakkading, Desa Lembang, Desa Limbua di Kec. Ulumanda dan Kec. Malunda serta kec. Sendana.

Kerugian material di Kabupaten Mamuju teridentifikasi antara lain Hotel Maleo (rubuh), Kantor Gubernur (rubuh), rumah warga rusak, RSUD Mamuju (rubuh), 1 unit minkmarket rubuh, jaringan listrik padam, jaringan seluler tidak stabil.

Sementara di Kabupaten Majene tercatat
longsor di 3 titik sepanjang jalan poros Majene-Mamuju di mana akses jalan terputus. Sebanyak 300 unit rumah rusak, 1 unit Puskesmas roboh, Kantor Danramil Malunda roboh, Jaringan listrik padam, komunikasi Selular terputus-putus atau tidak stabil.

Menurut laporan Pusdalop BNPB, gempa yang terjadi pada Jumat dinihari merupakan gempa susulan yang lebih besar. Pada Kamis siang pukul 14:35 WIB terjadi gempa dngan Magnitudo 5,9 SR.

Sebagai upaya pertolongan, BPBD setempat berkoordinasi dengan TNI – Polri, Basarnas, Relawan dan Instansi terkait lainnya. Namun yang sangat mendesak adalah dibutuhkan seperti sembako, selimut dan tikar, tenda pengungsi, pelayanan medis, terpal, alat berat/excavator, alat komunikasi, makanan pokok siap saji, masker, obat-obatan dan vitamin, dan lainnya. (lms)

Komentar