oleh

Kalau Anies Peduli Hewan Liar, Yakinlah Beliau Juga Peduli Warganya

by: Adis Dewi (The Cathy and Friends)

SORE kemarin terasa luar biasa, hal yang tidak pernah kami bayangkan sebelumnya. Pak Anies bersedia menerima kami (The Cathy and Friends dan Republik Guguk) di Balaikota. Di tengah kesibukan beliau mengurus Ibu kota, ternyata beliau masih mau menerima uneg-uneg kami para penyayang kucing/anjing liar.

Kepastian pertemuan dengan Gubernur baru kami terima dari Pak Geisz Chalifah pada pukul 14.30 WIN dan Pak Anies bersedia menerima kami pukul 16.30 sd 17.00. Bener-bener membuat kami cukup panik dan grogi untuk segera mempersiapkan diri. Terharu atas respons Pak Anies yang begitu cepat.

Tepat pukul 16.30 Pak Anies memasuki ruang pertemuan. Beliau sangat ramah dengan seyum khasnya menyapa kami semua. Satu per satu nama kami disebut olehnya. Rasa salut kami makin membuncah, ketika kami mengucapkan terima kasih kepada Pak Anies telah meluangkan waktu.

Namun malah sebaliknya begitu rendah hatinya Pak Anies mengucapkan terima kasih pada kami telah membantu meringankan pekerjaan dari Dinas KPKP dalam mengurus kucing/anjing liar. Benar-benar sosok pemimpin idaman.

Berbekal catatan yang kami susun berdasarkan pengalaman kami di lapangan, aspirasi sederhana kami sampaikan kepada Pak Anies, dimulai dari program jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang.

Ada beberapa hal penting yang menjadi perhatian Pak Anies, yaitu, pertama, Jumlah kucing liar yang sudah over populasi, sehingga perlu segera dilaksanakan secara berkala sterilisasi kucing liar. Kedua, komunikasi dan penanganan yang baik bila ada laporan dari warga yang meminta agar kucing/anjing liar direlokasi dari suatu wilayah perumahan/perkampungan.

Ketiga, Iklan layanan masyarakat perlu diaktifkan kembali terkait tema sterilisasi, street feeding, dll, dan terakhir merevisi Peraturan Gubernur No. 199 Tahun 2016.

Sebenarnya masukan dari banyak komunitas sudah sering disampaikan kepada Gubernur DKI Jakarta, dan selama ini telah direspons dengan cepat. Misal, bila ada laporan warga untuk merazia kucing-kucing liar harus dilakukan bersama dengan komunitas penyayang kucing liar. Itu sudah berjalan dengan baik. Namun masih ada yang perlu dioptimalkan, seperti kegiatan sterilisasi serta pendataan jumlah HPR di seluruh wilayah DKI Jakarta.

Saat menemui kami, Pak Anies didampingi oleh Dinas KPKP yang diwakili oleh Bu Elly dan Bu Rismawati yang selama ini sudah sering bekerja sama dengan para komunitas pecinta kucing dan anjing liar. Hal yang sama ditekankan kembali oleh Pak Anies adalah bersama kita bisa dimana antara Dinas KPKP dan komunitas harus terus berkolaborasi.

Diskusi berjalan sangat hangat dan “nyambung” karena Pak Anies ternyata penyayang binatang juga. Beliau bercerita bagaimana “challenging-nya” memiliki kucing berjumlah 4 ekor, tapi karena rumahnya tidak berpagar, sehingga banyak kucing-kucing liar yang masuk ke dalam rumah meminta makanan. Jadi secara resmi beliau memiliki 4 ekor, namun secara tidak resmi lebih banyak lagi.

Masukan-masukan dari kami disambut sangat baik oleh Pak Anies, dengan gamblang Pak Anies menyatakan bahwa komunitas biasanya sarat ide kreatif sedangkan kami yang berseragam memiliki kewenangan dan sumber daya, sehingga harus terus berkolaborasi.

Gubernur DKI Jakarta juga menyetujui apa yang kami sampaikan, bahwa kami menginginkan adanya peningkatan dalam memperhatikan kesejahteraan hewan liar dengan merevisi Peraturan Gubernur. Sesuai dengan visi Kota Jakarta yaitu *Maju Kotanya Bahagia Warganya* ternyata bukan isapan jempol semata.

Pemprov DKI Jakarta sangat konsen dengan pembangunan kota, bukan hanya infrastrukturnya saja namun ekosistem yang ada di dalamnya juga turut dibangun pula dan itu berjalan seimbang. Kami melihat raut wajah bahagia Pak Anies yang mengabarkan bahwa banyak burung-burung berterbangan bermigrasi ke Jakarta dan menempati banyaknya taman kota saat PSBB kemarin. Itu menandakan udara Jakarta yang sudah baik dan ekosistem di Jakarta sudah semakin membaik pula.

Dengan semangat beliau juga menyampaikan bahwa Pemprov DKI Jakarta merencanakan membangun 50 taman kota setiap tahunnya.

Terakhir diskusi, Pak Anies menyatakan bahwa peradaban suatu bangsa dilihat bagaimana warganya memperlakukan binatang, seperti quote Mahatma Gandhi (dalam bahasa Inggris):

”The greatness of a nation and its moral progress can be judged by the way its animal are treated”

Sore itu keluar dari ruang pertemuan di Balaikota, kami memiliki rasa optimis yang besar pada sosok sang Gubernur. Insya Allah Jakarta dapat menjadi Kota percontohan bagi kota-kota lain dalam menjaga ekosistem yang seimbang, khususnya pengelolaan hewan penular rabies (HPR) dimana kesejahteraan kucing/anjing liar mendapatkan perhatian lebih dari warga Jakarta.

Kalaulah Beliau sangat peduli dengan hewan liar maka kami yakin pula Beliau sangat peduli juga dengan warganya.

Komentar