Lagi Lagi Bombana Raih Penghargaan Opini WTP dari BPK

LAPORAN KEUANGAN BOMBANA DAN KOTA KENDARI TERBAIK SE SULTRA

TILIK.ID — Lagi lagi pemerintah Kabupaten Bombana Sulawesi Tenggara meraih penghargaan di dibidang pengelolaan keuangan.  Yaitu predikat opini Wajar Tanpa Pengecualian atau WTP Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2025 dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Pemberian sertifikat penghargaan WTP diterima langsung Bupati Bombana, Ir. H. Burhanuddin, M.Si yang diserahkan Kepala BPK RI Perwakilan Sulawesi Tenggara Dr. Dadek Nandemar di Kendari, Senin (25/5/2026).

Dengan capaian ini, Kabupaten Bombana telah meraih opini WTP untuk kali ke-14 berturut-turut. Raihan ini menjadi bukti nyata konsistensi pemerintah Kabupaten Bombana dalam menjaga tata kelola keuangan yang transparan dan akuntabel.

Kepala BPK Sulawesi Tenggara Dr. Dadek Nandemar mengaoresiasi tinggi kepada Pemkab Bombana atas konsistensi yang berhasil dipertahankan.

BACA JUGA :  Hadirkan Rasa Syukur di Bulan Mei, Bupati Bombana Naikkan Gaji Petugas Persampahan dan Pertamanan

Ia menyebut, mempertahankan opini WTP selama 14 tahun berturut-turut bukan perkara mudah dan layak dijadikan contoh bagi daerah lain.

“Ini menunjukkan adanya komitmen kuat dari pimpinan hingga pelaksana di lapangan untuk tetap tertib administrasi dan taat terhadap aturan pengelolaan keuangan daerah,” kata Dr. Dadek Nandemar dalam sambutannya.

Suasana penuh kebanggaan menyelimuti agenda penyerahan tersebut. Kehadiran sejumlah pejabat daerah, pimpinan OPD, hingga instansi vertikal menjadi saksi atas keberhasilan Bombana mempertahankan reputasi sebagai salah satu daerah dengan pengelolaan keuangan terbaik di Indonesia.

Dr. Dadek Nandemar menegaskan bahwa opini WTP merupakan penilaian tertinggi yang diberikan BPK terhadap laporan keuangan pemerintah.

BACA JUGA :  Komitmen Anti Korupsi Pemerintah Bombana Dibawa ke Rakor Pemda-DPRD dengan KPK

Penilaian tersebut diberikan setelah melalui proses pemeriksaan yang objektif, independen, dan profesional sesuai standar akuntansi pemerintahan.

Menurutnya, laporan keuangan Pemerintah Kabupaten Bombana dinilai telah disajikan secara wajar dalam seluruh aspek material. Mulai dari posisi keuangan, arus kas, hingga pengelolaan aset daerah dinilai telah memenuhi prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia.

Yang lebih membanggakan, capaian tahun ini bukan sekadar prestasi biasa. Kabupaten Bombana berhasil mempertahankan opini WTP selama 14 tahun berturut-turut sejak 2012 hingga 2026 tanpa pernah terputus.

Rekor tersebut menjadi bukti kuat bahwa budaya tata kelola pemerintahan yang baik telah tertanam di lingkungan Pemkab Bombana.

BACA JUGA :  Musrenbang, Bupati Bombana Bawa Program Pembangunan Berbasis Agrominapolitan

Bupati Bombana Ir H Burhanuddin M.Si mengungkapkan rasa syukur dan bangganya atas capaian tersebut. Ia menilai keberhasilan mempertahankan WTP selama lebih dari satu dekade merupakan hasil kerja keras seluruh jajaran pemerintah daerah yang terus menjaga disiplin dan profesionalisme dalam pengelolaan keuangan.

Para kepala daerah pose bersama Kepala BPK Sultra dalam acara penyerahan sertifikat penghargaan atas laporan keuangan pemerintah daerah se Sultra di Aula BPK Sultra di Kendari, Senin (25/5/2026).

“Opini WTP yang ke-14 ini menjadi bukti nyata bahwa pengelolaan keuangan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bombana dilakukan secara profesional, transparan, dan akuntabel,” ujar Burhanuddin seperti dikutip dari laman Okesultra.id.

Ia menegaskan, keberhasilan tersebut bukan hanya milik pimpinan daerah semata, melainkan hasil sinergi seluruh perangkat daerah dan pegawai yang terlibat dalam pengelolaan keuangan negara dan daerah.

Menurut Burhanuddin, komitmen bersama menjadi kunci utama mempertahankan capaian tersebut selama bertahun-tahun.

BACA JUGA :  Lantik Tiga Pj Kepala Desa, Bupati Bombana: Jaga Netralitas dan Profesionalitas

Burhanuddin juga mengingatkan bahwa opini WTP bukan sekadar simbol penghargaan atau prestise administratif. Lebih dari itu, predikat tersebut merupakan bentuk kepercayaan negara dan masyarakat terhadap kinerja pemerintah daerah dalam mengelola uang rakyat secara bertanggung jawab.

BPK sendiri melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap laporan keuangan daerah, termasuk kepatuhan terhadap regulasi, efektivitas sistem pengendalian internal, hingga ketepatan penyajian laporan keuangan. Dari hasil pemeriksaan tersebut, Bombana dinilai memenuhi seluruh standar dengan sangat baik.

Meski kembali meraih penghargaan tertinggi, Pemerintah Kabupaten Bombana menegaskan tidak akan berpuas diri.

Burhanuddin menyatakan pihaknya akan terus melakukan pembenahan dan peningkatan kualitas pelayanan publik agar tata kelola pemerintahan semakin baik di masa mendatang.

BACA JUGA :  BPR Bahteramas Bombana Raih 3 Penghargaan TOP BUMD Awards 2026

Ia juga menyadari bahwa tantangan pengelolaan keuangan daerah ke depan akan semakin kompleks. Namun, dengan kolaborasi dan integritas yang telah terbangun selama ini, pemerintah daerah optimistis mampu mempertahankan bahkan meningkatkan kualitas kinerja pemerintahan.

Keberhasilan meraih opini WTP secara konsisten juga membawa dampak positif bagi daerah. Tingginya tingkat kepercayaan publik, lembaga keuangan, hingga investor menjadi modal penting dalam mendorong pembangunan dan pertumbuhan ekonomi Kabupaten Bombana.

Selain itu, capaian tersebut menjadi indikator bahwa penggunaan APBD telah berjalan tepat sasaran dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum maupun administrasi.

Dengan keberhasilan ini, Kabupaten Bombana kembali menegaskan posisinya sebagai daerah yang mampu menjaga integritas, transparansi, dan profesionalisme dalam pengelolaan keuangan daerah.

Dengan capaian itu, maka Kabupaten Bombana bersama Kota Kendari menjadi dua daerah dengan perolehan opini WTP terbanyak dan paling konsisten di wilayah Sulawesi Tenggara.

Bahwa opini WTP diberikan atas kesesuaian laporan keuangan dengan Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP), efektivitas sistem pengendalian intern, serta kepatuhan penuh terhadap perundang-undangan. |••

Komentar