
Oleh Mubha Kahar Muang
DIPERKIRAKAN pada tahun 800 Masehi, bangsa Polinesia dengan menggunakan Kano memulai pelayaran mereka dari Hawaika, kepulauan Polinesia di Samudera Pasifik menuju ke arah selatan.
Ketika ditemukan oleh bangsa Polinesia, Aotearoa hanyalah dua pulau besar yang letaknya terpencil.
Suku Mariori
Ada yang berpendapat bahwa nenek moyang Suku Moriori adalah Suku Maori. Mereka bermigrasi ke Kepulauan Chatham dari Selandia Baru.
Diduga sebagian ada yang datang ke Kepulauan Chatham langsung dari Kepulauan Polinesia tropis atau bahkan merupakan orang Melanesia.
Teori ini didukung perbandingan genealogi Moriori dan Maori, juga oleh karakteristik bahasa Moriori yang mirip dengan dialek Maori yang dituturkan oleh suku Ngai Tahu di pulau selatan Selandia Baru.
Setelah Aotearoa ditemukan,
bangsa Polinesia melakukan imgirasi hingga tahun 1350.
Punahnyaq Suku Moriori
Imigrasi besar-besar ini menyebabkan timbul konflik dengan suku sebelumnya, Moriori sehingga pada akhirnya Suku Moriori punah.
Suku Maori
Suku Maori mulai mengembangkan kebudayaan asal mereka di kepulauan tersebut.
Suku Maori, penghuni daratan itu menamakan tempat mereka Aotearoa, artinya daratan yang bagaikan awan putih membentang.
Daratan itu sepenuhnya tertutup salju. Dari laut para penjelajah melihatnya bagai awan putih yang berarak.
Penemuan Aotearoa oleh Pedagang VOC
Kisah penemuan Aotearoa dimulai 1642. Pada tahun itu Abel Janszoon Tasman pedagang Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC) melakukan ekspedisi untuk menemukan Benua Selatan yang diyakini kaya mineral.
Ekspedisi itu membawa Tasman berlabuh di daratan suku Maori. Sayangnya, itu bukan pendaratan yang berjalan mulus. Terjadi kesalahpahaman dengan penduduk setempat yang memicu pertempuran kecil.
Empat orang anak buah Tasman tewas dan ekspedisi itu dianggap gagal.
Tasman meninggalkan Aotearoa dan kembali ke Batavia, tempat ia menghabiskan sisa hidupnya sebagai tuan tanah hingga meninggal pada Oktober 1659.
Awalnya Tasman menamakan pulau itu dengan Staten Landt karena menganggap Aotearoa bagian dari pesisir Argentina.
Ketika mengetahui bahwa pulau itu bukan bagian dari benua Amerika, nama Staten Landt diganti menjadi Nova Zeeland. Zeeland adalah nama salah satu provinsi yang terletak di barat daya Belanda.
Penjelajah Inggris, James Cook, kelak mengubah nama itu menjadi New Zealand. Orang Indonesia menyebutnya Selandia Baru.
Selandia Baru
Tahun 1768, James Cook, penjelajah berkebangsaan Inggris tiba di Aotearoa. Ia mengemban tugas mencari Benua Selatan yang diperkirakan berada di Laut Selatan. Ekspedisi Cook berhasil karena ia membawa pemandu bahasa seorang Polinesia.
Setelah itu Selandia Baru mulai dikunjungi oleh orang Spanyol, Portugis, Perancis dan bangsa lainnya. Ada yang singgah dari Amerika, menyebar agama, berburu paus, anjing laut dan berdagang.
Pendatang menjual makanan, peralatan logam, persenjataan dan barang-barang lain untuk mendapatkan hasil hutan seperti damar. Adapun kentang dan senapan lantak yang diperkenalkan kepada penduduk setempat memberi arti penting.
Kentang mengubah pertanian dan membuat surplus makanan. Senapan lantak menyuburkan pertempuran antar suku.
Perang senapan antarsuku mencapai kurang lebih 600 pertempuran antara tahun 1801-1840 dan menewaskan kurang lebih 40.000 orang Maori.
Konflik Penduduk dan Pendatang
Akibat semakin banyak orang Eropa bermigrasi ke Selandia Baru, timbul konflik dengan penduduk asli, terutama tentang kepemilikan tanah.
Februari 1840 Kerajaan Inggris mengirim utusan untuk membuat perjanjian dengan penduduk setempat yang disebut The Treaty of Waitangi.
Perjanjian tersebut dimaksudkan untuk menjamin hak kepemilikan tanah bagi penduduk setempat maupun pendatang.
Dalam praktiknya kemudian perlindungan hak atas kepemilikan tanah penduduk setempat dianggap tidak adil.
Penduduk Maori menganggap pemerintah Inggris melakukan sejumlah pelanggaran atas perjanjian tersebut.
Akibatnya terjadi konflik berdarah tahun 1845-1848 dan Perang Selandia Baru, 1860-1870.
Dalam kedua konflik tersebut suku Maori banyak yang tewas, yang berujung pada bergantinya sebagian besar kepemilikan tanah Maori. Sejak saat itu Selandia Baru menjadi jajahan Kerajaan Inggris.
Tahun 1852 koloni ini memperoleh pemerintahan representatif dan parlemen pertama tahun 1854.
Kemudian pada tahun 1856 mendapat hak mengurus pemerintahan sendiri, memikul tanggung jawab terhadap semua urusan domestik.
Perdana Menteri Alfred Domett memindahkan ibukota Selandia Baru dari Auckland ke Wellington dengan pertimbangan khawatir penduduk Pulau Selatan membentuk koloni terpisah.
Parlemen Selandia Baru secara resmi berkedudukan di Wellington pada tahun 1865.
Selandia Baru pada akhirnya meraih kemerdekaan dari Inggris pada 26 September 1907 dan menjadi negara persemakmuran.
Bangsa Selandia Baru
Ibarat dua bangsa satu negara, demikian Selandia Baru sering dijuluki. Elemen tersebut sangat berperan smembentuk karakter Selandia Baru.
Mereka menjadi bangsa yang memiliki reputasi tersendiri dalam politik internasional. Berperan aktif dalam usaha-usaha masyarakat internasional untuk menciptakan perdamaian. Memiliki kebijakan luar negeri yang tidak agresif. Berani mendukung pelucutan nuklir. Memprotes kebijakan Amerika Serikat di Afganistan dan Iraq.
Dipadukan dengan pandangan tradisional tentang arti penting pertanian sebagai penunjang ekonomi menjadikan Selandia Baru terdepan dalam pertanian. Sehingga menurut Bank Dunia, negara yang menjadi lokasi pengambilan gambar film The Lord of the Rings ini, tahun 2018 memiliki PDB perkapita sebesar US$ 41,945 atau peringkat 24, di atas Italia 4 peringkat.
Penduduk Selandia Baru tahun 2018 diperkirakan sekitar 4.699.755 jiwa.
Dari jumlah tersebut 71,8 % keturunan Eropa, 16,5 % suku Maori, 15,3 % Asia dan 9% Pasifik non-Maori, lainnya 2,7 %.
Melihat komposisi jumlah penduduk di atas tampak bahwa pendatang, apa pun alasan kedatangannya, pasti berpengaruh terhadap eksistensi penduduk setempat. (*)






Komentar