Eep: Kita Lebih Suka Marah daripada Melawan

TILIK.ID — Pengamat politik Eep Saifullah Patah mengungkapkan dirinya beberapa hari ini menunggu DPR membentuk Panitia Khusus Pilpres 2024. Pansus lebih elegan untuk menjawab kemarahan publik atas kecurangan Pemilu 2024.

Eep mengatakan itu saat menjadi narasumber di channel King Maker yang dipandu Ustadz Bahtiar Nasir yang dikutip Rabu (28/2/2024).

Pansus, menurut Eep, adalah semacam kanal untuk orang-orang yang marah.
Sehingga kemarahan itu tidak tumpah di jalanan, tidak merusak. Kemarahan itu harusnya berproses menjadi perlawanan.

“Satu hal yang menurut saya jelas adalah kita membuat kanal atau saluran untuk orang-orang yang marah. Sehingga kemarahan itu tidak tumpah di jalanan, sehingga tidak menjadi kegiatan pengrusakan, sehingga kemaran itu berproses menjadi perlawanan,” kata Eep Saifullah Patah.

Dikatakan, seringkali orang lebih suka marah dibanding melawan. Marah itu jangka pendek, tidak punya agenda. Anak kecil marah dikasih permen diam. Orang marah dikasi duit berhenti.

“Kalau marah itu jangka pendek. Marah itu gak punya agenda. Orang marah gak bisa ditanya apa agendamu, tidak ada. Pak puk pak puk dia pukul kita. Orang marah dikasi duit selesai, tetapi orang melawan gak bisa,” ujarnya.

BACA JUGA :  Poin-Poin Pernyataan Guru Besar dalam Seruan Salemba 2024

Jadi menurut pendiri Pollmark ini kemarahan harus dikanalisasi menjadi perlawanan. Potensi pengrusakan akibat konflk kita perkecil dengan memberi saluran sehingga menjadi ekspresi cinta pada tanah airnya.

“Ini yang menurut saya elegan. Bayangkan kalau Pansus itu, kemudian dibentuk segera bekerja, kita akan menjadi bagian dari sejarah yang penting ini,” kata Eep.

Dikatakan, negara ini harus diluruskan. Tidak boleh ada presiden sehebat apapun dia, setinggi apapun tingkat kepuasan kata orang, tidak boleh dia dibiarkan melakukan banyak pengrusakan pada bangsa ini.

“Tidak boleh dia dibiarkan melakukan banyak pengrusakan bangsa ini tanpa kita buka semua itu, sehingga semua presiden setelahnya tidak boleh lagi melakukan kesalahan yang sama,” kata Eep.

Oleh karena itu, Eep Saifullah Patah meminta rakyat yang marah untuk bersama-sama mengolah rasa dendam itu, kita timbun dengan rasa cinta tanah air, dan ekspresinya perlawanan yang tidak berhenti terhadap Jokowi. |••

Simak video petisi Forum Penyelamat Reformasi dan Demokrasi: 

Komentar