oleh

Menatap Pangrango dari Pulau Seribu


Geisz Chalifah

 

DARI dermaga Ancol menuju Pulau Gosong Patrik, bersandar sebentar di dermaga Pulau Pramuka karena Pulau Gosong Patrik hanya bisa didatangi dengan Perahu kayu.

Perjalanan ini adalah kerja bareng, CEO Indonesia, Taman Impian Jaya Ancol, dan Dinas Parekraf Pemprov DKI Jakarta.

Ada Trisya Suherman, Agustin Ramli dan Dewi Biechu juga dr Shinta Utami dkk. Mereka semua adalah para petualang, (penjelajah dunia) yang kini sedang giat mempromosikan pariwisata lokal.

Pulau Seribu menjadi pilihan untuk dieksplorasi dan diekspose agar masyarakat Jabodetabek juga Indonesia umumnya mengenal ada surga tersembunyi di Utara Jakarta.

Angin bertiup kencang dan ombak laut sedang tak bersahabat, di ruang terbuka paling atas bersama nakhoda adalah tempat semua bisa terlihat dengan risiko terjangan air yang tak henti dan basah kuyub.

Di tengah perjalanan dari Pulau Pari menuju Pulau Bidadari nampak di kejauhan Gunung Pangrango menampakkan diri, anggun juga gagah.

Dalam goncangan ombak saya berusaha memotret dengan kamera hp, tentu saja seadanya dan sedapatnya karena sedikitpun saya tak memahami teknik fotografi.

Dari Kepulauan Seribu, Gunung Pangrango yang punya banyak cerita, dengan lembah Mandalawangi, adalah kilas balik sejarah di masa keriangan sekaligus kenekatan anak muda dalam menjelajahi Gunung itu yang seringkali tanpa perlengkapan memadai.

Di gunung itu lagu Dona-Dona Joan Baez seringkali bergema bersama petikan gitar dalam api unggun malam hari.

Kini selalunya hanya melihat dari jauh, yang itupun tak setiap saat dia menampakkan dirinya.

Jakarta di antara gunung tinggi di Wilayah Jawa Barat yang kini makin sering terlihat (udara bersih) dan hamparan Pulau-pulau di Kepulauan Seribu.

Kota yang semakin cantik ini semakin lengkap.

Komentar