oleh

Indef: Resesi akan Berkepanjangan, Minta Pemerintah Revisi Data Sasaran PEN

TILIK.id, Jakarta — Pandemi Covid-19 jika tidak segera berakhir akan mmbuat resesi ekonomi berkepanjangan. Karena itu, percapatan vaksinasi harus terus diupayakan senbari mengevaluasi data sasaran program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Demikian dikemukakan ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) M Rizal Taufikurrahman dalam diskusi daring, Ahad ((7/2/2021).

Untuk penanganan ekonomi, M Rizal Tauffikurahman meminta pemerintah meningkatkan efektifitas stimulus fiskal dengan memperbaiki data sasaran penerima program PEN.

“Selain itu, pemerintah juga harus meningkatkan perbaikan mekanisme pengalokasian, perubahan nilai alokasi anggaran, menghapus kegiatan-kegiatan program PEN yang boros dan tidak efektif,” katanya.

Dengan begitu, penempatan skala prioritas dalam menjaga konsumsi masyarakat untuk makanan dan minuman tetap terjaga dengan baik.

Ia menambahkan alokasi anggaran PEN tahun 2021 yang diperkirakan sebesar Rp619 triliun juga perlu dikaji ulang.

Menurut dia, program pemulihan ekonomi nasional tahun 2020 dengan realisasi sebesar Rp579,78 triliun atau 83,34 persen dari target sebesar Rp695,2 triliun belum dapat pendorong lebih besar pemulihan ekonomi nasional.

“Karena itu, program PEN ke depannya perlu terobosan lain agar mempercepat pemulihan ekonomi nasional,” katanya.

Soal pandemi Covid-19, M Rizal meminta pemerintah harus dapat memastikan bahwa ketersediaan vaksin benar-benar tersedia dalam kurun waktu tahun 2021.

“Untuk itu, perlu upaya yang cukup serius dalam pengadaan vaksin dalam kurun waktu relatif cepat,” katanya.

Ia mengatakan keberadaan vaksin dari sisi penyediaan (supply) diperkirakan hingga tahun 2023 dimana the economist memperkirakan hingga triwulan 3 tahun 2023 baru 60 persen penduduk sasaran yang bisa divaksinasi dari target 70 persen.

“Artinya, kondisi covid akan terus membayangi hingga tahun 2023. Implikasinya, maka Indonesia akan masuk resesi yang berkepanjangan. Ketidakpastian ini akan memberikan sinyal bahwa akan sulit ekonomi pulih dalam waktu dekat,” katanya. (mbn)

Komentar