oleh

FPI: Kapolda MetroJaya Fitnah, Tidak Ada Tembak Menembak

TILIK.id, Jakarta — Pernyataan Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran bahwa tewasnya enam laskar FPI akibat terjadi baku tembak dengan polisi dibantah Sekretaris Umum FPI Munarman. Apa yang disampaikam Kapolda jelas kebohongan besar.

Dalam jumpa pers dan live di channel Youtube, Munarman memgatakan tidak benar jika terjadi tembak menembak. Tidak ada anggota laskar FPI yang bawa senjata. Kalau dibilang laskar FPI menyerang petugas, maka itu adalah fitnah.

“Yang patut diberitahu kepada teman-tenan pers semua bahwa fitnah besar kalau laskar kita diaebut membawa senjata api dan tembak menembak. Fitnah itu,” kata Munarman di depan pers.

Dikatakan, laskar FPI tidak pernah dibekali dengan senjata. Laskar FPI terbiasa dengan tangan kosong. “Kami bukan pengecut,” seru Munarman.

“Ini fitnah. Fitnah luar biasa dengan memutarbalikkan fakta yang menyebutkan laskar lebih dahulu menyerang dan lebih dahulu melakukan penenbakan,” ujar Munarman.

Kalau betul, kata mantan Ketua LBH ini, coba dicek nomor register senjata apinya, pelurunya cek saja. Pasti bukan milik FPI. Karena FPI tidak punya akses dan tidak mungkin membeli di pasar gelap.

“Jadi bohong. Bohong sama sekali kami memiliki senjata. Apalagi di FPI kartu anggota FPI disebutkan dilarang membawa senjata tajam, senjata api, dan bahan peledak. Itu dilarang,“ beber Munarman.

Munarman minta cara-cara dan upaya-upaya untuk membalikkan fakta, fitnah, hentikanlah.

“Kemudian kejadiannya, kenapa kami mengatakan laskar kami hilang, karena memang kami belum tau keberadaaannya di mana. Itu membuktikan mereka dibunuh dan dibantai,” kata Munarman.

Menurut dia, kalau tembak memembak itu tewas di tempat dan pasti banyak. Semalam sudah dicek di tempat kejadian tidak jenazah di lokasi, tidak ada keramaian. Yang ada justru aparat setempat.

“Semalam setelah kejadian, saya meminta tenan-teman ke lokasi segera mengecek. Tidak ada laskar di situ, tidak ada mobil laskar, tidak ada jenazah. Kalau memang tembak menembak dan tewas di tempat, itu pasti ada jenazah di situ,” kata Munarman.

Dikatakan, perlu diketahui bahwa setelah kejadian itu, sempat ada satu laskar mengirimkan voice note, rintihan dari salah satu laskar yang ditembak. Itu artinya apa?

“Itu artinya laskar kami dinawa ke satu tempat dan dibantai di tempat itu. Dibantai di tempat lain. Dan beberapa menit kemudian yang mengirim voice note HP nya tidak aktif lagi,” ujarnya. (lms)

Komentar