oleh

Bang Geisz Chalifah Sosok yang Ramah dan Peduli Sesama

Rahmat Hutabarat

TIDAK lebih 24 jam setelah tulisan saya posting di FB, saya diminta Pak Geisz untuk bertemu dengan Beliau.

Saya menyampaikan hal ini kepada istri dan anak saya dan mereka sangat gembira, terutama anak saya yang baru berumur 6 tahun. Dia sudah lama pengen berenang di laut. Hampir setiap pagi begitu bangun tidur dia langsung mencari saya bahkan sebelum cuci muka, dan langsung memberi isyarat kedua tangan lurus ke depan baru masing2 di tarik kiri- kanan layaknya orang berenang.

Itu adalah cara dia untuk mengajak saya berenang, dengan keterbatasan saya saat ini. Karena sejak istri saya cerita “besok (tanpa menyebutkan harinya ) berenang” maka dalam pikiran dia itu ya besok bangun tidur. Saya dan istri harus memberi pengertian kalo hari yang ditentuin itu Kamis, walaupun tiap pagi merajuk dan mengajak buru2 berangkat sejak Senin akhirnya dia bisa menunggu.

Awalnya saya akan berangkat dari Cikarang ke Ancol naik motor, namun sehari sebelumnya oleh tim Beliau, saya dikabarin dan disarankan menggunakan taksi online dan untuk biayanya ditransfer sebelum keberangkatan saya ke Ancol, lagi-lagi ini sungguh menggembirakan apalagi cuaca seputaran Jabodetabek akhir-akhir ini sering turun hujan.

Layaknya orang ngefans saya pengen membawakan sesuatu yang bisa buat Pak Geis senang, dengan biaya kecil akhirnya saya belikan makanan di toko oleh-oleh khas Cikarang, cuma beberapa bungkus tapi mudah-mudahan begitu saya serahin langsung sama beliau terlihat gembira dan tertawa.

Akhirnya niat saya bisa bertemu langsung Pak Geisz tercapai. Di tengah kesibukannya yang padat, masih menyisihkan waktu buat menemui saya. Betul-betul orang yang rendah hati.

Setelah anak saya puas mandi di pantai tidak lama saya dapat pesan dari tim Beliau kalau pak Geisz ada di Restoran Ombak Laut, dan kami diarahkan untuk menuju ke sana.

Saat sampai di depan resto ternyata tim Beliau sudah menunggu dan langsung mempersilahkan kami masuk dan memesan menu sambil menunggu Pak Geisz yang saat itu lagi ada acara di ruang sebelahnya dengan komunitas senam Andrie Wongso.

Saat nunggu dan menyantap hidangan saya liat sosok Pak Geisz yang keliatan berwibawa dan akrab dengan semua yang di situ, berkali-kali Beliau pindah-pindah meja dan ngobrol dengan orang yang berbeda-beda.

Sampai saya berpikir, apa saya datang ini gak salah waktu ? Tapi ternyata disela-sela kesibukannya itu tetap ada waktu buat ketemu saya. Alhamdulillah, betul-betul bangga bisa duduk 1 meja dengan Pak Geisz dan bisa mengobrol dengan beliau dibantu oleh istri saya untuk menulis setiap pertanyaan dari Beliau.

Sayang saya tidak bisa mendengar suara beliau. Dan di akhir bincang-bincang itu kami bisa foto bareng beliau. Dan tidak lupa anak saya diselipin amplop, “buat jajan” katanya.

Rasanya mimpi bisa bertemu dengan orang yang hanya saya kenal lewat tulisan2nya di FB dan twitter.

Terima kasih atas undangan, waktu dan jamuannya. Sehat-sehat selalu pak Geis Chalifah.

Komentar