oleh

Kalung Anti Virus Corona Buatan Kementan, Achsanul Qosasi: Obat Apa Jimat?

TILIK.id, Jakarta – Kementerian Pertanian (Kementan) berencana memproduksi massal produk kalung antivirus Corona dari bahan eucalyptus atau kayu putih. Disebutkan bahwa tanaman eucalyptus bisa bunuh virus Corona, terbukti dari uji laboratorium Kementan.

Selain kalung, Kementan juga berencana untuk membuat produk inovasi antivirus Corona dengan bentuk inhaler, roll on, salep, dan difuser.

Namun anggota BPK RI Achsanul Qosasi mempertanyakan produk heboh yang sampelnya sudah banyak beredar di kalangan tertentu itu.

Achsanul meminta para ilmuan hebat memberikan pendapatnya. Dia juga mempertanyakan mengapa harus kementan, bukan Biofarma yang memproduksi ini.

“Ini serius?. Mohon para ilmuwan hebat berikan pendapatnya. Koq Kementan? Kenapa bukan Biofarma? Persh vaksin milik Negara terhebat seAsia.

Minimal tanya-lah ke Biofarma.
Ini obat apa jimat?” kata Achsanul Qosasih di akun twitternya, Sabtu.

Memang, produk berupa kalung itu lagi ramai dibicarakan. Beberapa sampel yang beredar tidak hanya berupa kalung, tapi juga dalam bentuk inhaler.

Pada produk yang sempat diamati TILIK.id itu, memang berupa kalung dengan induk kalung seukuran ID card. Ada tali dengan jepitan yang mirip sekali dengan ID card.

Pada induk kalung berbentuk saset itulah konon berisi ramuan antivirus corona dari bahan eucyliptus. Di saset itu tertulis “Anti Virus Corona Eucalyptus”. Kenudian di bagian bawah tertulis “Kementerian Pertanian”; Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian”.

Tak hanya Achsanul Qosasi, beberapa netizen juga memberikan komentar dan kritikannya. Akun @AgustinaYurisa misalnya, meminta Menteri Pertanian memakai kalung itu di zona merah. Apa benar atau tidak.

“Coba suruh Pak Mentan Pakai Kalung di Tempat Zona Merah @AchsanulQosasi atau juga Suruh Pak Mentan Pakai Kalung di ruangan Pasien yg terkena Covid @AchsanulQosasi saya mau Lihat Reaksinya apakah Kalung itu benar atau Pak Mentan Suka Halu,” tulis Agustina.

Aku Farensa Oemry juga menyindir Menteri Pertanian. Di negara maju, kata Farensa, para peneliti ya sibuk membuat vaksin covid-19. Di negara komunis rasa kapitalis, rezim penguasa menghambur2kan uang riset untuk bikin jimat covid-19.

“Para dukun se-nusantara pasti gelisah skrg, krn mata pencaharian ya diserobot pemerintah,” cuit Farensa.

Benarkah kalung anti corona yang akan diproduksi massal bulan depan ini adalah benar-benar bisa mengobati pasien terpapar Covid-19? Sampai saat ini belum ada penelitian dan uji klinis yang menyatakan produk tersebut anti virus corona.

“Eucalyptus memang memiliki zat yang bersifat antibakteri, antivirus, dan antijamur. Namun belum ada penelitian spesifik mengenai manfaatnya untuk Covid-19,” kata Ketua Umum Perkumpulan Dokter Pengembang Obat Tradisional dan Jamu Indonesia (PDPOTJI), Dr dr Inggrid Tania, MSi seperti dikutip detik.com.

“Mohon berhati-hati, karena klaim sebagai “antivirus Corona” bisa misleading. Karena ternyata banyak pemahaman masyarakat yang salah, menduga bahwa antara ‘virus Corona’ dengan ‘virusnya Covid-19’ adalah sama atau identik padahal cukup beda karakteristiknya,” ujarnya lagi. (lms)

Komentar