oleh

Jaring Pengaman Sosial Sudah Harus Dilakukan, Geisz Ajak Berbagi Beras

TILIK.id, Jakarta — Mantan aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Jakarta, Geisz Chalifah, mengajak setiap lapisan masyarakat untuk mulai membantu masyarakat yang rentan. Itu disampaikan Geisz melalui akun medsosnya, Jumat (20/3).

Melalui Akun twitternya Geisz mengatakan, tahun 2007Jakarta mengalami banjir parah, dan yang terlihat adalah banjir dapur umum juga terbangun dimana-mana.

“Kali ini bukan banjir tapi virus. Bencananya beda, tapi semangat gotong royong warga Jakarta akan berbeda. Mungkin berbagi beras dimulai dari tetangga dekat,” kata Geisz.

Geisz mengatakan, wabah virus corona di Indonesia makin meluas. Di Jakarta sebagai ibukota RI paling banyak yang terinfeksi Covid-19. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sudah melakukan langkah-langkah dan mendapat apresiasi publik.

Namun, menurutnya, jika wabah di Jakarta makin meluas maka kemungkinan terburuk bisa diambil. Lock Down diambil dan menjadi masalah sosial-ekonomi yang berat.

Karena itu di akun medsosnya, Produser Jakarta Melayu Festival ini mulai mengajak semua ormas Islam dan teman-teman pengusaha untuk bergerak agar segera membantu masyarakat.

“Saya menghubungi Rasil Am 720, juga FORHATI Nasional, HMI, dan ormas-ormas Islam yang saya kenal. Juga teman-teman pengusaha. Utk segera bertindak, melakukan program jaring pengaman sosial, membagikan beras pada masyarakat tidak mampu. Semua menyatakan sgr melaksanakan. Alhamdulillah,” tutur Geisz.

Geisz memulai dari pribadinya dengan
melakukan lebih dulu membagikan beras dilingkungan dia tinggal.

“Istri sy menelp toko beras Langganan memesan beras .. karung. Pemlik toko menjwb dgn nada kesal: Ibu mau buat sethn? Lalu pemilik toko beras itu dgn sgr mengirim kePos RW dkt rumah stlh mendpt keterangan. Sy suka dgn reaksi pemilik toko beras itu,” ujarnya.

Himbauan Geisz Chalifah langsung disambut oleh Koordinator Presidium Majelis Nasional FORHATI Hanifah Husein yang juga akan segera turun kelapangan membantu masyarakat Jakarta yang terputus mata pencahariannya sejak virus corona merebak di Jakarta. (lmb)

Komentar