Cegah Defisiensi Vitamin D, Silakan Berjemur pada Pukul 12.00

TILIK.id — Banyak pendapat mengenai kapan waktu terbaik untuk berjemur untuk mendapatkan sinar matahari pengganti vitamin D. Ada yang berpendapat sebaiknya antara jam 08 sampai jam 09 pagi. Juga ada yang mengatakan antara jam 09 sampai jam 10 pagi. Bahkan ada antara jam 07-08.

Semua pendapat itu masing-masing punya alasan dan hasil kajian serta teori. Namun yang berpendapat bahwa waktu terbaik untuk berjemur adalah pukul 12:00 juga ada. Seperti penjelasan Dokter Spesialis Penyakit Dalam (PAPDI) Jeffri Aloys Gunawan ini.

Menurut Dr Jeffri, pukul 12.00 merupakan waktu terbaik untuk terpapar sinar matahari demi mengaktifkan vitamin D yang ada dalam tubuh sehingga tak mengalami defisiensi.

“Tidak bisa sembarangan berjemur untuk mendapatkan vitamin D. Panjang gelombang sinar UV harus spesifik (UVB), biasanya 280-300 nanometer didapatkan pada siang hari jam 10.00-13.00, paling bagus jam 12.00 siang untuk vitamin D,” ujar dia dalam konferensi pers daring peluncuran produk vitamin D, Rabu.

Menurutnya, salah satu alasan selebritas Melanie Putria yang rutin terpapar sinar matahari karena kegiatan berlari jarak jauhnya sejak pukul 06.00 hingga 09.00 tetap terdiagnosis kekurangan vitamin D.

BACA JUGA :  Workshop PP TIM: Selamatkan Negeri Syariah dan Bangsa dari Narkoba

Terkait waktu berjemur, Jeffri yang lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia itu merekomendasikan durasi selama 10-30 menit untuk menghasilkan vitamin D di dalam tubuh dan sebaiknya tak menggunakan tabir surya dengan kandungan SPF lebih dari 15.

Setelah jam 13.00, panjang gelombang sinar UV sudah berisiko tinggi dan bisa mencetuskan kanker.

Saat berjemur, Dr Jeffri menyarankan mengenakan pakaian minim ketimbang menutupi seluruh kulit walau ini tak mudah. Antara lain karena berbagai alasan seperti ketakutan terutama kaum hawa pada sinar matahari.

Selain itu, pastikan Anda berada di luar untuk mendapatkan sinar matahari langsung.

“Kalau pakai kaca (jendela di kantor atau rumah misalnya) UVB terhalang, terganggu kerjanya, tidak seperti UVA. Inilah kenapa kita sebaiknya sinar matahari dari outdoor,” tutur Jeffri.

Tidak banyak orang yang bisa berjemur di luar selama 30 menit karena gaya hidup dinamis yang misalnya bekerja dari pagi hingga sore hari menyulitkan orang-orang secara konsisten berjemur di luar.

Chief Strategy Officer Konimex Group, Edward Joesoef mengungkapkan, walau Indonesia termasuk negara tropis dengan paparan sinar matahari yang cukup, masih banyak masyarakat di negara ini baik itu dari kalangan anak-anak hingga berusia lanjut yang mengalami defisiensi vitamin D.

BACA JUGA :  Asyik, Pengunjung Dibolehkan Gowes di Ragunan Zoo

Menurut Dr Jeffri, salah satu cara untuk memastikan kecukupan vitamin D di dalam tubuh adalah menjalani pemeriksaan kadar vitamin yang berperan untuk sistem kekebalan, menjaga keseimbangan kalsium dan tulang serta mencegah risiko beberapa penyakit seperti jantung dan kanker itu, di laboratorium. (lmd)

Komentar