Gerakan Cegah Stunting dan Aksi Bergizi Digelar di SMAN 7 Bombana

BUPATI BURHANUDDIN AJAK REMAJA TERAPKAN POLA HIDUP SEHAT

TILIK.ID — Pemerintah Kabupaten Bombana terus memperkuat upaya pencegahan stunting dan peningkatan kesehatan remaja melalui Gerakan Cegah Stunting melalui Aksi Bergizi di Sekolah, Cek Kesehatan Gratis, dan Gerakan Sekolah Sehat yang digelar di SMA Negeri 7 Bombana, Desa Waeputtang, Kecamatan Poleang Selatan, Selasa (21/7/2026).

Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WITA itu secara resmi dibuka oleh Bupati Bombana Ir H Burhanuddin M.Si sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam membangun generasi muda yang sehat, cerdas, dan berkualitas.

Program tersebut merupakan hasil kolaborasi Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tenggara, Dinas Kesehatan Kabupaten Bombana, serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bombana dalam mendukung percepatan penurunan angka stunting sekaligus meningkatkan kesadaran hidup sehat di lingkungan sekolah.

BACA JUGA :  Angka Stunting Masih 21 Persen, PKK Bombana Tetap Fokus pada Tujuan Perpres 72 Thn 2021

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bombana Hj Fatmawati Kasim Marewa S.Sos, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tenggara dr Andi Edy Surahmat, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bombana Nina Meirina, Kepala Dinas Kesehatan Bombana Fatmiati Rinambo, Camat Poleang Selatan, para kepala desa, kepala puskesmas, tenaga kesehatan, guru, serta ratusan siswa.

Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bombana Nina Meirina menandatangani kerjasama dengan Dinas Kesehatan Bombana untuk gerakan cegah stanting di sekolah.

Selain seremoni pembukaan, kegiatan juga dirangkaikan dengan cek kesehatan gratis, pemberian tablet tambah darah kepada remaja putri yang diwakili tujuh siswi, serta penyerahan bantuan paket sembako kepada para ibu sebagai bagian dari upaya pencegahan stunting.

BACA JUGA :  Buka Aksi 3 Rembuk Stunting, Pj Bupati Bombana Ingatkan Jangan Kendur Jalankan Komitnen

Dalam sambutannya, Bupati Burhanuddin menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata komitmen bersama dalam menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan berkarakter.

“Kegiatan ini merupakan wujud nyata komitmen kita bersama dalam menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan berkarakter. Sekolah bukan hanya tempat menimba ilmu, tetapi juga tempat membangun kebiasaan hidup sehat yang akan menjadi bekal sepanjang hayat,” ujarnya.

BACA JUGA :  Ketua PKK Bombana Kembali Bagikan 100 Nasi Dus Jumat Berkah

Bupati juga memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkolaborasi menyukseskan pelaksanaan Aksi Bergizi di Kecamatan Poleang Selatan.

Bupati Bombana Ir H Burhanuddin M.Si menyerahkan bantuan paket sembako kepada masyarakat Poleang Selatan.

“Melalui kegiatan Aksi Bergizi di Sekolah, saya sangat mendukung dan memberikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tenggara, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bombana, Kepala Sekolah SMAN 7 Bombana, Kepala Puskesmas Poleang Selatan serta seluruh lintas sektor terkait,”  Burhanuddin.

BACA JUGA :  Atasi Stunting, PKK Bombana Gandeng Safari Dakwah Ustadz Ahmad Al-Habsyi

Menurut Burhanuddin, kegiatan tersebut menjadi pelaksanaan Aksi Bergizi pertama di Kecamatan Poleang Selatan pada tahun 2026, sehingga diharapkan menjadi contoh bagi sekolah-sekolah lainnya di Kabupaten Bombana.

Ia mengajak seluruh masyarakat, khususnya warga Kecamatan Poleang Selatan, untuk membiasakan pola hidup sehat dengan menjaga kebersihan lingkungan, rutin berolahraga, dan mengonsumsi makanan bergizi.

Ketua TP PKK Bombana Hj Fatmawati Kasim Marewa S.Sos atas nama PKK menyerahkan bantuan kepada masyarakat, khususnya ibu-ibu.

Secara khusus, Bupati memberikan pesan kepada para siswi agar disiplin mengonsumsi satu tablet tambah darah setiap minggu sebagai upaya mencegah anemia.

“Kepada anak-anakku di SMA Negeri 7 Bombana, terutama remaja putri, disiplinlah mengonsumsi satu tablet tambah darah setiap minggunya. Hal ini sangat penting untuk mengganti zat besi yang hilang agar tidak mudah lelah, pusing, dan mengantuk saat belajar,” kata Bupati.

BACA JUGA :  KOHATI PB HMI Dukung Kampanye #BumilSehat Turunkan Angka Stunting

Ia juga mengimbau para pelajar untuk menerapkan pola makan bergizi seimbang dengan memperbanyak konsumsi sayuran hijau seperti bayam dan brokoli, lauk pauk yang kaya protein seperti telur, ikan, dan daging, serta buah-buahan yang mengandung vitamin C untuk membantu penyerapan zat besi.

Burhanuddin meminta para siswa menghindari kebiasaan mengonsumsi minuman instan maupun minuman berkafein dan tinggi kalsium yang dapat menghambat penyerapan zat besi.

Ketua PKK Bombana Hj Fatmawati Kasim Marewa S.Sos memeriksakan kesehatan pada booth CkG di acara Launching Gerakan Cegah Stunting melalui Aksi Bergizi di sekolah, Selasa (21/7/2026).

Dalam kesempatan itu, Bupati mengingatkan bahwa generasi muda merupakan aset berharga bagi daerah dan bangsa sehingga kesehatan menjadi modal utama dalam meraih prestasi.

“Anak-anakku sekalian adalah aset dan generasi penerus bangsa yang sangat berharga. Masa depan daerah dan negara ini berada di pundak kalian. Untuk dapat belajar dengan baik, meraih prestasi, dan mewujudkan cita-cita, kalian membutuhkan fisik yang sehat, kuat, dan pikiran yang cerdas. Kesehatan adalah modal utama,” katanya.

Burhanuddin mengakui bahwa hingga saat ini tantangan kesehatan remaja, khususnya anemia pada remaja putri, masih menjadi perhatian serius karena dapat menurunkan semangat belajar, konsentrasi, hingga prestasi di sekolah.

Foto bersama pada acara launching Gerakan Cegah Stunting melalui Aksi Bergizi di Sekolah di SMA 7 Bombana di Waeputtang Poleang Selatan, Selasa (21/7/2026).

Karena itu, ia berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi kebiasaan yang terus dilaksanakan melalui tiga pilar utama, yakni rutin berolahraga, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, dan disiplin mengonsumsi tablet tambah darah bagi remaja putri.

Di akhir sambutannya, Bupati juga menitipkan pesan kepada kepala sekolah dan para orang tua agar terus memantau pelaksanaan program tersebut sehingga menjadi rutinitas mingguan di sekolah.

“Mari kita jadikan sekolah ini sebagai pusat pencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga sehat jasmani dan rohani,” tutup Burhanuddin.

Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kesehatan remaja sekaligus memperkuat upaya percepatan penurunan stunting di Kabupaten Bombana melalui sinergi pemerintah, sekolah, tenaga kesehatan, dan masyarakat.

Komentar