oleh

Mengaku Sakit dan Ingin Kembali ke Pesantren, Bupati Bener Meriah Mundur

TILIK.id, Jakarta — Nyaris tidak ada kepala daerah yang sukarela mundur dari jabatannya saat masyarakat menaruh kepercayaan tinggi padanya. Namun Bupati Bener Meriah DI Aceh Tengku Sarkawi memilih mundur untuk mengelola pesantren miliknya.

Pernyataan mundur sang bupati itu disampaikan dalam sambutannya saat mengikuti shalat Idul Fitri di lapangan halaman di halaman Masjid Agung Babussalam, Simpang Tiga Redelong, Bener Meriah, Ahad pagi (24/5/2020).

Selain alasan ingin fokus mengelola pesantren, Tengku Sarkawi juga mengaku mundur karena faktor penyakit. Dia tidak menyebut penyakit apa yang dideritamya.

“Sudah berobat ke Medan (Sumatera Utara) sudah berobat ke Jakarta, sudah berobat ke Penang (Malaysia) dan terakhir ke Kuala Lumpur. Namun belum ada kesembuhan,” ujarnya.

Dia mengatakan, setelah mundur, dirinya akan berobat secara penuh. “Kami merencanakan untuk Insya Allah berobat secara penuh untuk kesehatan kami, sambil mengajar di pesantren.”

Dalam proses pengunduran dirinya itu, Tengku Sarkawi mengatakan akan menempuh proses administrasi ke Mendagri, Gubernur, dan DPRD setelah liburan lebaran ini selesai.

“Mudah-mudahan Bener Meriah ke depan selanjutnya menjadi lebih baik untuk kemaslahatan seluruh lapisan masyarakat Bener Meriah,” katanya.

Dalam sambutannya itu, Sarkawi juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat Bener Meriah atas pelbagai kekurangan selama dirinya memimpin daerah tersebut.

“Maka pada kesempatan yang mulia ini kami sampaikan bahwa, kami, saya, Tgk Sarkawi, mengundurkan diri sebagai Bupati Bener Bener Meriah, untuk menjalani pengobatan kesehatan diri,” katanya menegaskan.

Dia menyampaikan, banyak sekali kekurangan-kekurangan dirinya selama memimpin Kabupaten Bener Meriah. Karena itu dia memohon maaf kepada bapak ibu hadirin yang dimuliakan Allah SWT.

“Dan Insya Allah (kami) akan fokus dalam merestorasi pendidikan keagamaan melalui pesantren yang kami kelola,” ujarnya.

Usai mundur nanti, Sarkawi mengaku akan fokus untuk mengelola pesantren miliknya di daerah setempat, yang telah sejak lama didirikan sebelum terjun ke dunia politik. (lms)

Komentar