TILIK. ID — Argentina menyuguhkan aksi comeback bersejarah untuk menang tipis atas Mesir di Babak 16 Besar Piala Dunia FIFA 2026. Yasser Ibrahim dan Mostafa Zico nyaris membawa Mesir menciptakan kejutan besar turnamen di Atlanta Stadium, Rabu (8/7/2026).
Anak asuh Hossam Hassan unggul lebih dulu berkat gol Ibrahim di menit ke-15 dan Zico di menit ke-67. Namun, gol-gol telat dari Cristian Romero, Lionel Messi, dan Enzo Fernandez berhasil membalikkan keadaan. Dalam laga, sundulan Yasser Ibrahim secara mengejutkan membawa Mesir unggul, sebelum Mostafa Shoubir menjaga keunggulan tersebut dengan gemilang. Penjaga gawang itu melompat ke sudut bawah untuk menyelamatkan tendangan penalti Messi.
Penyelamatan gemilang juga dilakukan dengan cerdik oleh Nicolas Tagliafico – serta melakukan serangkaian penyelamatan luar biasa untuk menggagalkan peluang Alexis Mac Allister dan Julian Alvarez.
Mesir sempat mengira mereka telah menggandakan keunggulan tepat sebelum laga berjalan satu jam. Haissem Hassan melakukan akselerasi luar biasa di sayap kanan dan mengoper bola kepada Salah, yang kemudian memberikan umpan matang bagi Zizo untuk menggetarkan jala gawang.
Akan tetapi, gol tersebut dianulir karena telah terjadi pelanggaran dalam proses membangun serangan. Kendati demikian, penganuliran itu hanya menunda penggawa Al Ahly tersebut untuk menggandakan keunggulan timnya, karena ia kemudian sukses menyelesaikan skema serangan balik cepat yang melibatkan Salah dan Hassan.
Situasi tersebut membuat Mesir berada di ambang kemenangan. Namun, setelah Cristian Romero memperkecil ketertinggalan, penyelesaian brilian Messi berhasil menyamakan kedudukan, dan Fernandez pun menyempurnakan kisah kebangkitan epik tersebut.
Mostafa Shoubir, yang sukses menepis tendangan penalti pemain Iran Mehdi Taremi di fase grup, menjadi penjaga gawang keempat yang mampu menyelamatkan dua penalti (di luar babak adu penalti) dalam satu edisi Piala Dunia.
Pemain berusia 26 tahun ini menyamai pencapaian Jan Tomaszewski (Polandia), Brad Friedel (Amerika Serikat), dan Wojciech Szczesny (Polandia). Enzo Fernandez mencetak gol ke-3.000 dalam sejarah Piala Dunia.
Namun pemain terbaik dalam pertandingan ini, berdasarkan analisis Michelob Ultra Superior, adalah Lionel Messi.
Selanjutnya, di perempat final, Argentina akan melawan Swiss yang di laga sesudahnya juga menang atas Kolombia melalui adu penalti dengan skor 4-3.
Pelatih Argentina Lionel Scaloni tak mampu berkata-kata banyak usai mengalahkan Mesir. Kepada media, dia mengaku tak sanggup mengangkat kepala.
“Maaf, saya tidak sanggup mengangkat kepala. Saya tengah sangat emosional sekarang. Pemain-pemain ini luar biasa. Cukup ya, saya harus pergi,” katanya. |••
