Orasi Kemanusiaan Palestina

Oleh: Ismail Haniyya

Bismillahirrahmanirrahim
Allahu Akbar Allahu Akbar Allahu Akbar
Allahu akbar Kabiraa wal Hamdulillah Kastira
Wa Subhnanallahi wa bi Hamdihi bukratan wa ashila

La Ilaha illallah Wahdah
Shadaqa wa’dah wa Nashara ‘Ibadah wa a’azza Jundahu wa Hazamal ahzaba wahdah

Alhamdulillahi hamdan thayyiban katsiran mubarakan fih
Mil’assamawati wal Ardhi wa Mil’a ma bainama wa Mil’a ma syi’ta min syai’in ba’d

Wasshalatu wassalamu ‘ala Sayyidina Muhammad
Imamil Muttaqin wa Qa-idil Ghurril Muhajjalin
Wa ‘ala Aalihi wa shahbihi ajma’in

Abna-a Sya’bina Filasthini_
Abna-a Ummatinal ‘Arabiyyah wal Islamiyyah

Wahai putera-puteri negeri Kami Palestina..
Wahai Putera-puteri bangsa Arab dan Umat Islam dunia..

Saat ini kalian semua sedang menyambut detik-detik kemenangan yang besar dan pembebasan yang nyata. Kemenangan yang datang dari Gaza yang perkasa.

Topan al-Aqsha telah dimulai melalui kekuatang Brigade Al-Qassam dan Faksi-faksi perlawanan serta segenap pemuda-pemuda Palestina.

Kalian telah melihat pemandangan ini dan keperkasaan dari para pejuang-pejuang yang beriman dan pemberani itu. Yang telah mengukir kehinaan, kekalahan dan keputus-asaan di wajah-wajah musuh.

Topan Al-Aqsha yang ditelah dikumandangkan saudara kami yang dicintai Panglima Faksi perlawanan, al-Mujahid Muhammad Adh-Dhib. Topan Al-Aqsha yang dikomandoi langsung oleh pimpinan gerakan perlawanan Hamas, antaranya adalah saudara kami yang dicintai al-Mujahid Yahya Sinwar. Topan Al-Aqsha yang dikomandoi oleh Pimpinan Gerakan Hamas di setiap wilayah, nersama dengan segenap faksi-faksi perlawanan dan bersama seluruh pemuda pemuda Palestina dan seluruh pemuda-pemuda umat Islam yang sangat mendambakan kemenangan yang besar.

Siapa yang menyangka dari kelompok-kelompok yang kalah itu, yang selalu menyebarkan wawasan pesimis dan frustasi, dan melakukan normalisasi bahwa hal ini akan terjadi, yang justru ingin mengakui eksistensi musuh (penjajah zionis).

Siapa yang menyangka dari kalangan mereka akan menyaksikan pemandangan ini Keperkasaan, keberanian, ketangguhan, pengorbanan, dan aksi-aksi heroik, dari orang-orang, (beliau mengutip ayat Al-Quran surah Al-Azhab ayat 23),

مِنَ الْمُؤْمِنِينَ رِجَالٌ صَدَقُوا مَا عَاهَدُوا اللَّهَ عَلَيْهِ ۖ فَمِنْهُمْ مَنْ قَضَىٰ نَحْبَهُ وَمِنْهُمْ مَنْ يَنْتَظِرُ ۖ وَمَا بَدَّلُوا تَبْدِيلًا
“Di antara orang-orang mukmin itu ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah; maka di antara mereka ada yang gugur. Dan di antara mereka ada (pula) yang menunggu-nunggu dan mereka tidak merubah (janjinya).”

Dari orang-orang yang telah membuat gerbang kemenangan, bahkan gerbang kemenangan untuk negeri dan kaum muslimin. Dari orang-orang yang menghapal Al-Quran, yang banyak berpuasa dan qiyam, menghambakan diri mereka kepada Allah ta’ala.

BACA JUGA :  PRE EMPTIVE STRIKE

Mereka telah berhasil mendobrak benteng-benteng musuh di tanah kami yang terjajah, pagar pembatas Gaza. Bahkan lebih dari itu. Nashrun minallah wa fathun Qarib (Pertolongan dari Allah dan Kemenangan yang dekat waktunya).

Betapa kalian menakjubkan wahai Rijalal Iman (pejuang keimanan), Rijalal Qassam (pejuang-pejuang Al-Qassam), Ya Rijalal Ghazzah (pejuang-pejuang Gaza), Gaza yang perkasa, Gaza yang tangguh, Gaza Pemberani, Gaza simbol pengorbanan.

Hari ini Gaza telah menghapus pedihnya kekalahan, ketenangan dan berdiam diri tanpa perlawanan. Betapa hebatnya kalian wahai para pemimpin perlawanan. Kalian telah memimpin peperangan ini.

Peperangan yang akan menjadi awal pembebasan untuk Al-Quds, untuk negeri kita, untuk tanah kita, untuk rakyat kita, untuk mereka yang tertawan di penjara-penjara penjajah Zonis.

Wahai saudara dan saudariku, Kami telah mengingatkan seluruh dunia dengan rezim yang fasis ini, yang telah membiarkan kepongahan kepada para imigran dan penjajah-penjajah ini melakukan kerusakan di masjid al-Aqsha yang diberkahi dan di kota al-Quds.

Kami sudah peringatkan, jangan bermain api! Kami sudah katakan jangan coba-coba melampaui al-Khath al-Ahmar (garis merah batas kesabaran kami). Tapi mereka membutakan mata dan memekakkan telinga mereka sendiri.

Dengan penuh kesombongan pada beberapa hari yang lalu, di hari raya mereka yang buruk itu. Mereka menerobos masuk masjid Al-Aqsha, menodainya, menganiaya wanita-wanita kami, mereka masuk dengan sepatu-sepatu mereka ke dalam masjid hingga ke mihram dan mimbar masjid.

Mereka melarang warga berada di sekitar al-Quds, melarang shalat di masjid Al-Ibrahimi.

Kami telah peringatkan mereka dan peringatkan seluruh dunia, Bahwa yang berlangsung saat ini di Al-Quds dan masjid al-Aqsha, Meski didiamkan dan dibiarkan oleh seluruh dunia, KAMI tidak akan membiarkan dan mendiamkannya, Rakyat kami, faksi perlawanan kami, Brigade Al-Qassam kami, bahkan umat Islam, TAK AKAN MENDIAMKANNYA!

Kami telah peringatkan untuk tidak melanjutkan proyek pembangunan ilegal yang terus-menerus di Tepi Barat. Pemerintah ini yang merencanakan dan terus-menerus menjalankan proyek kolonisasi zionis dengan menargetkan penempatan 1/5 juta zionis di Tepi Barat dalam proyek Yahudisasi, untuk mengimbangi demografi penduduk muslim di Tepi Barat. Belum lagi tindakan refresif yang sudah berlangsung lama terhadap keluarga kami dan rakyat Palestina di sana.

BACA JUGA :  Kadrun, Kadrun, Berilah Penguasa Uang

Telah berapa kali penjajah zionis mengagresi Jenin, Tubas, Nablus, Tulkarem, Selvet, Khalil, Ramallah, Al-Bira, Beit Lahm, dan seluruh kota-kota lain. Telah berapa banyak mereka membunuh pemuda-pemuda Palestina, wanita dan anak-anak di saksikan oleh mata seluruh dunia.

Ya ada perlawanan di Tepi Barat. Mereka menolak menyerah kepada penjajah dan berusaha melawan dengan segenap kemampuan dan terus melakukan aksi-aksi heroik melawan penjajah. Dan itulah bangsa kami Palestina. Namun rezim dan Penjajah ini merasa keinginan mereka akan berjalan mulus, sehingga mereka terus menerus melakukan penganiayaan.

Sudah berulang kali kami peringatkan dunia dan kami peringatkan musuh ini. Bahwa ada banyak tawanan dari warga Palestina di penjara-penjara Zionis, lebih dari 6000 tawanan dari saudara-saudara kami, anak-anak, remaja, wanita-wanita kami, pejuang-pejuang kami, anak-anak peremuan kami. Ada yang sudah tertawan 30 tahun, 40 tahun, 43 tahun dan sepanjang masa itu Zionis sudah melakukan berbagai penyiksaan dan pelecehan terhadap tawanan.Bahkan Ben-Gvir menetapkan peraturan untuk menambah tindakan refresif dan dan pelecehan terhadap tawanan kami. Rezim zionis ini dan seluruh pemerintah Israel menunjukkan respon kemungkinan komunikasi dua pihak untuk membebaskan para tawanan kami.

Telah berapa kali kami peringatkan mereka bahwa blokade yang zalim terhadap Gaza yang telah menimbulkan banyak penderitan dan tragedi kemanusiaan, usia blokade ini sudah berlangsung 20 tahun, dan sepanjang blokade ini telah berlangsung pula 4-5 kali pertempuran yang sudah mengorbankan puluhan ribu pejuang yang mati syahid dan yang terluka, rumah-rumah yang hancur porak poranda.

Gaza yang hidup dalam tragedi kemanusiaan yang memilukan, yang menjadi penjara terbesar dunia. Yang didiami oleh 2,200juta penduduk Gaza keluarga dan anak-anak kami yang tinggal di jantung kota yang diblokade ini.

Lalu dengan melalui bantuan-bantuan sembako dan beberapa kemudahan mereka merasa dapat membuat Gaza, rakyat Gaza dan kami menelan bantuan-bantuan itu seraya mendiamkan tragedi kemanusiaan ini, termasuk mendiamkan apa yang terjadi di al-Quds yang terjadi di Tepi Barat.

Telah berapa kali kami peringatkan kalian agar jangan coba-coba masuk dan mengganggu wilayah 1948 dan mencoba mengasing rakyat kami di wailyah 1948. Kalian telah melakukan aksi-aksi pembunuhan, intimadasi, dan pembantaian terhadap keluarga kami di sana di wilayah 1948.

Semua operasi pembantaian terhadap tokoh-tokoh, masyaikh, para ulama, bahkan wanita, anak-anak dan orang-orang biasa yang terjadi di dalam wilayah 1948 merupakan bagian dari proyek penjajahan, yang merupakan bagian dari operasi intelegen Syabak Israel (Shin Bet).

BACA JUGA :  Kemenangan Taliban dan Rencana MER-C untuk Afghanistan

Telah berapa kali kami peringatkan kalian bahwa rakyat Palestina telah hidup lebih dari 75 tahun hidup dalam kondisi sekarat dan memprihatinkan di kemah-kemah pengungsian, tidak diakui sebagai rakyat dan tidak pula mendapatkan hak-hak mereka. Dan yang sangat disayangkan adalah banyak negara-negara di dunia yang menutupi kejahatan Israel ini. Dan ini adalah bagian dari strategi Israel.

Oleh sebab itu, kondisi masjid Al-Aqsha berada dalam kondisi genting yang nyata.

Apa yang sebenarnya terjadi wahai saudaraku? Beberapa hari yang lalu, kami menyaksikan sesuatu yang sangat mengherankan, dan kami punya informasi yang valid seputar ini bahwa penjajah Zionis akan mengambil alih otoritas atas masjid al-Aqsha yang diberkahi.

Dan kami punya informasi yang lengkap bahwa Zionis akan terus melancarkan tindakan penganiayaan dan pendudukan, penangkapan dan blokade (terhadap Gaza).

Semua ini memanfaatkan kesalahan ‘Normalisasi’ yang terlanjur sudah disepakati antara negara-negara Arab yang menjadi legalitas eksistensi Zionis Israel di kawasan. Meski dengan mengorbankan rakyat kami, hak-hak kami, penderitan dan pengorbanan kami, syuhada-syuhada kami, kepedihan kami.

Mereka meyakini bahwa kondisi strategis yang ada saat ini, kekuatan dan kepongahan mereka, ditambah dengan diamnya negara-negara Arab dan dunia Islam, serta sibuknya dunia global menyaksikan peperangan antara Rusia dan Ukraina, bahwa waktu ini sangat sesuai untuk melancarkan konspirasi ini serta memenangkan peperangan di Al-Quds, al-Aqsha, Tepi Barat, dan di kota-kota lain.

Namun seperti yang Allah firmankan dalam Al-Quran (beliau mengutip Al Hasyr Ayat 2):

“..مَا ظَنَنتُمْ أَن يَخْرُجُواْ ۖ وَظَنُّوٓاْ أَنَّهُم مَّانِعَتُهُمْ حُصُونُهُم مِّنَ ٱللَّهِ فَأَتَىٰهُمُ ٱللَّهُ مِنْ حَيْثُ لَمْ يَحْتَسِبُواْ ۖ وَقَذَفَ فِى قُلُوبِهِمُ ٱلرُّعْبَ ۚ يُخْرِبُونَ بُيُوتَهُم بِأَيْدِيهِمْ وَأَيْدِى ٱلْمُؤْمِنِينَ فَٱعْتَبِرُواْ يَٰٓأُوْلِى ٱلْأَبْصَٰرِ”
“Kamu tidak menyangka, bahwa mereka akan keluar dan merekapun yakin, bahwa benteng-benteng mereka dapat mempertahankan mereka dari (siksa) Allah; maka Allah mendatangkan kepada mereka (hukuman) dari arah yang tidak mereka sangka-sangka. Dan Allah melemparkan ketakutan dalam hati mereka; mereka memusnahkan rumah-rumah mereka dengan tangan mereka sendiri dan tangan orang-orang mukmin. Maka ambillah (kejadian itu) untuk menjadi pelajaran, hai orang-orang yang mempunyai wawasan.”

Komentar