HPN 2022 Diluncurkan, Artikel “Masker Medis Palsu” Raih Adinegoro

TILIK.ID — Peluncuran Hari Pers Nasional (HPN) 2022 digelar di Jakarta dan disiarkan langsung oleh TVRI pada Ahad malam (30 Januari 2022). Dalam peluncuran itu, juga diberikan penghargaan karya jurnalistik Adinegoro.

Artikel yang diterbitkan Harian Kompas 3 April 2021, bertajuk ‘Berbahaya, Masker Medis Palsu Beredar di Masyarakat’ karya jurnalis Kompas, Andy Riza Hidayat, Dhanang David Aritonang, Insan Alfajri, dan Irene Sarwindaningrum meraih Anugerah Adinegoro dalam kategori Media Cetak.

Sejumlah jurnalis lainnya memperoleh anugerah yang sama dalam kategori berbeda, sebagaimana terkabar dalam Pengumuman pemenang Anugerah Jurnalitik Adinegoro.

Acara tersebut, menandai dibukanya rangkaian kegiatan HPN hingga hari puncak 9 Februari 2022, di Kendari Sulawesi Tenggara.

Dalam acara, hadir Dirjen Kominfo Usman Kansong, Ketua KPI Pusat Agung Suprio, Wakil Ketua Dewan Pers Hendry CH Bangun, Ketua Umum PWI Pusat dan juga Penanggung Jawab HPN Atal Sembiring Depari, Ketua KPI Pusat Agung Supri, Direktur Program dan Berita LPP TVRI Irianto, serta Sekda Pemprov Sultra Nur Endang Abbasburaera.

Rita Sri Hastuti, Ketua Panitia Tetap Anugerah Jurnalistik Adinegoro PWI Pusat, mengekspresikan rasa senang, karena setelah melalui proses penjurian yang seksama, para pemenang Anugerah Jurnalistik Adinegoro 2021 akhirnya resmi diperoleh.

BACA JUGA :  Mahfud MD: Mau Mendirikan Front Apapun Boleh, Asal .. ..

“Anugerah Jurnalistik Adinegoro bukan sekadar penghargaan. Ini merupakan kebanggaan kalangan pers di Indonesia,” ujar Rita.

Ketua Umum PWI Pusat Atal A Depari. foto/ screenshot TVRI

Pemberian Anugerah Adinegoro dimulai tahun 1974. Diawali oleh PWI Jaya, kemudian pada tahun 2009 diangkat oleh PWI Pusat, dan menjadi lebih luas kategorinya.

“Sekarang ada enam, yang semula satu kategori,” ujar Rita Sri Hastuti menceritakan sejarah penghargaan tertinggi bagi karya jurnalistik di Tanah Air ini.

Proses penjurian berlangsung selama bulan Desember 2021 secara virtual mengingat situasi masih pandemi Covid-19.

Ada enam kategori yang dilombakan, yaitu liputan berkedalaman (ind-depth) untuk media cetak, liputan media siber, media televisi, media radio, foto berita untuk media cetak dan media siber, serta karikatur opini untuk media cetak dan media siber.

“Saya memberikan ini dengan nilai tertinggi adalah pertama ada magnitude dan dampaknya luas terkait Covid-19. Pesan ini disampaikan di tengah anjuran pemerintah dan banyak pihak untuk memakai masker, 3M tapi ternyata masker saja tidak cukup,” komentar Ketua Juri Anugerah Adinegoro 2021 untuk Kategori In-Depth Reporting Media Cetak, Putut Tri Husodo.

Kemudian artikel berjudul ‘Saling Menguatkan di Antara kehilangan’ (Media Indonesia) yang juga dinilainya layak menjadi nominasi pemenang.

BACA JUGA :  Ustadz Gus Nur Ditangkap, LBH Pelita Umat Minta UU ITE Direvisi

Untuk Kategori Media Siber dimenangi Sunariyah dan M. Ilman Nafi’an dari IDN Times.com dengan judul ‘Bertaruh Nyawa, Berjuang Melawan Ganasnya Covid-19’ yang diterbitkan 29 November 2021.

Mulharnetti Syas selaku juri kategori in-depth reporting media siber bersama Yoko Sari dan Priambodo RH sepakat memilih artikel karya tim IND Times.com tersebut. Dari segi tema terkait COVID-19, menurut Netti, begitu Mulharnetti Syas disapa, lebih tetap sasaran, utamanya persepsi menggiring opini publik dan kedalaman materi.

Ketua Panitia HPN 2022 Auri Jaya.

“Ada yang beberapa (karya peserta lain) feature tapi seperti observasi. Ketika saya membaca berita ini sampai tiga kali, saya mendapatkan informasi yang utuh, komprehensif,” imbuhnya.

Pemenang Kategori Televisi diraih oleh Miftah Faridl, Aga Dipa, Agoes Soekarno dari CNN Indonesia TV bertajuk ‘Menghapus Mereka Yang Mati’ yang ditayangkan 22 Oktober 2021.

Selanjutnya, pemenang Kategori Radio adalah Taufik, Ramli, dan Dian dari RRI Sintang berjudul ‘Oksigen Terakhir untuk Ayah’ yang disiarkan 3 Agustus 2021.

Frank Pedak yang menjadi juri kategori ini, langsung mengomentari judul siaran berdurasi sekitar tujuh menit tersebut. “Sangat puitis dari judulnya. Dia juga menggunakan metode induksi yang umumnya digunakan dalam pemuatan human interest,” puji Frank.

BACA JUGA :  Covid-19: Negara Krisis Keuangan, Nawaitunya untuk Menyelamatkan Rakyat?

Ketua Juri Kategori Radio, Awanda Erna mengamini karya Taufik dan kawan kawan, layak dijadikan sebagai pemenang Anugerah Jurnalistik Adinegoro 2021.

Kategori Foto Berita dimenangkan oleh Sigid Kurniawan dari LKBN Antara dengan judul ‘Ganda Putri Indonesia Raih Emas Olimpiade’ yang terbit pada 2 Agustus 2021.

Setidaknya ada 214 foto yang diseleksi hingga akhirnya Tim Juri yang diketuai Oscar Matuloh didampingi Reno Esnir (praktisi) dan Melly Riana Sari (akademisi) sepakat memilih karya Sigid Kurniawan sebagai pemenang.

‘Foto ini tidak hanya dinilai dari momen, teknis itu juga kami pertimbangkan, ekspresi yang terlihat di sini benar-benar masuk, dapat, dibantu teknik yang baik,” kata Melly Riana Sari.

Adapun pemenang Kategori Karikatur diraih oleh Ashady dari JPPN.com, berjudul ‘Kritiklah Daku’ terbitan 16 Februari 2021.

Panitia menyediakan hadiah Rp25 juta untuk pemenang tiap kategori, trofi, serta piagam penghargaan dari PWI/Panitia HPN 2021. Hadiah akan diserahkan di hadapan Presiden Joko Widodo pada acara puncak HPN 2022 di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, pada 9 Februari mendatang. (lmd)

Komentar