oleh

SP3 BLBI Jatuhkan Kredibilitas KPK

Koordinator Presidium Demokrasiana Institute Zainal Abidin Riam.

TILIK.id — Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) yang dikeluarkan KPK terhadap kasus kakap BLBI mengundang tanda tanya besar. Publik masih susah mencerna mengapa kasus BLBI distop dengan SP3.

“Sebaliknya tindakan KPK mengeluarkan SP3 terhadap kasus BLBI justru berpotensi menjatuhkan kredibilitas KPK di mata publik,” kata Koordinator Presidium Demokrasiana Institute Zainal Abidin Riam dalam pernyataan tertulis yang diterima TILIK.id, Selasa (6/4/2021).

Sejujurnya, kata Zainal, saat ini KPK sedang berjuang meraih kembali kepercayaan masyarakat setelah kinerja KPK yang belakangan ini tidak maksimal. Akan tetapi keputusan SP3 BLBI justru akan membuat sulit usaha itu, kredibilitas KPK bisa jatuh di mata masyarakat.

“Publik akan menilai SP3 BLBI merupakan bentuk ketidakmampuan KPK mengusut tuntas kasus besar yang melibatkan para elite,” ujarnya.

SP3 BLBI, menurutnya, justru akan dinilai publik bahwa KPK terpengaruh intervensi kepentingan tertentu sehingga tidak mampu mengusut tuntas kasus tersebut.

Intervensi yang dimaksudkan berasal dari kelompok oligarki politik yang bermain di balik lahirnya revisi UU KPK.

“Semua ini tidak bisa dilepaskan dari revisi UU KPK yang memungkinkan KPK mengeluarkan SP3 bila kasus tidak bisa diproses selama dua tahun. Artinya ini sama saja membuka celah agar kasus besar luput dari penuntasan KPK, kasus besar sangat mungkin butuh waktu lebih dari dua tahun untuk menyelesaikannya,” paparnya.

Dikatakan, KPK sebaiknya berhati-hati mengeluarkan SP3 khususnya terhadap kasus besar. Daripada mengeluarkan SP3 lebih baik KPK fokus menuntaskan semua kasus besar yang masih mangkrak.

“Kasus BLBI itu jelas mendatangkan kerugian besar bagi negara, menghentikannya bertentangan dengan nurani keadilan hukum” pungkas Zainal Abidin Riam. (mbm)

Komentar