oleh

Alumni HMI Doakan Kepergian dr Abdul Gafur

TILIK.id, Jakarta — Satu lagi tokoh Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) meninggal dunia. Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga di era Orde Baru dr Abdul Gafur wafat di RS Gatot Subroto Jakarta, Jumat pagi. Kabar meninggalnya Abdul Gafur viral di medsos dan grup-grup chatting alumni HMI.

“Innalillahi wainna ilaihi rojiuun. jam 06.35 pagi tadi, Bapak Dr. Abdul Gafur, mantan Menpora, meninggal dunia. Kita doakan husnulkhotimah. Alfatihah utk almarhum,” cuit Jimly Asshiddiqie di akun twitternya, Jumat (4/9/2020).

Mantan Ketua Umum PB HMI Ferry Mursyidan Baldan juga langsung merespon kabar duka meninggalnya senior yang dibanggakannya. Bahkan saat ditemui TILIK, mantan Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR) ini sudah bersiap melayat ke rumah duka.

“Innalillahi wainna Ilaihi Rojiuun. Kiita kehilangan tokoh nasional tak pernah kehabisan energi untuk bangsa dan negara ini,” kata Ferry M Baldan.

Usai shalat Jumat, di kawasan GBK, sejumlah alumni HMI mendoakan almarhum Abdul Gafur. Doa dipimpin anggota DPR RI dari Golkar Drs H Darul Siska. Ikut berdoa antara lain Ferry M Baldan, Afni Achmad, Ir Tigor Sohite, Asnawi Hamid, Bungkarmin Durin, Irianrto A Baso Ence, Sem Haesy, Ambia A Boestam dan Moh Bahri.

“Semoga alhamarhum dr Abdul Gafur husnul khatimah. Alfatha. Aamii,” kata Darul Siska di akhir doa.

Abdul Gafur lahir di Patani-Halmahera, Maluku Utara 20 Juni 1939. Dia dikenal sebagai salah satu aktivis mahasiswa angkatan ‘66 bersama Akbar Tandjung, Fahmi Idris, Mari’e Muhammad, Nurcholish Madjid, Cosmas Batubara, Fiirdaus Wadjdi, Ecky Syahruddin, dan lain-lain.

Suami Kemala Motik ini masuk dalam kelompok garda terdepan
dalam menumbangkan Orde Lama di bawah kekuasaan Presiden Soekarno. Banyak kisah heroik semasa alumni fakultas kedokteran Universitas Indonesia ini.

Pada 10 Januari 1966, mereka bersama ribuan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Tanah Air menyerukan ‘Tritura’ atau Tiga Tuntutan Rakyat. Ketiga tuntutan dimaksud adalah ‘Bubarkan PKI, Turunkan harga, dan Bubarkan Kabinet Dwikora.

“Ketika masih di HIS (setingkat Sekolah Dasar) saya pertama kali melihat Bung Karno menggelorakan motivasi dan mimpi-mimpi untuk berjuang demi republik. Eh, saat mahasiswa saya bersama kawan-kawan menjadi kurang respek karena beliau menolak untuk bubarkan PKI,” tutur Gafur seperti dikutif detik.com

Gafur hidup melewati enam zaman, yakni era penjajahan Belanda dan pendudukan Jepang, Demokrasi Liberal (remaja di Ternate), Demokrasi Terpimpin (Orde Lama), Demokrasi Pancasila (Orde Baru), dan era Reformasi.

Di masa Orde Baru, di usia 38 tahun, dia dilantik Presiden Soeharto menjadi Menteri Muda Urusan Pemuda, 1978-1983. Lima tahun berselang, dia tetap duduk di kabinet dengan jabatan Menteri Pemuda dan Olahraga atau disingkat Menpora.

Berikut biodata dr Abdul Gafur:

Pendidikan

SD Patani (1946)
HIS (1953)
SMP Ternate (1956)
SMA III-B Jakarta (1959)
S1 Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Jakarta (1966)

Karier

Kepala Seksi Kesehatan Umum RSAU di Malang (1967–1968)
Dokter AURI di Kalimantan
Kepala Poliklinik KB RSAU Surabaya (1969–1979)
Anggota DPR RI Fraksi TNI (1972–1978)
Anggota MPR RI (1972–1978, 1997–2009)
Wakil Ketua MPR RI (1997–1999)
Anggota DPR RI Fraksi Golkar (2004-2009)[3]
Menteri Muda Urusan Pemuda Kabinet Pembangunan III (1978–1983)
Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (1983–1988)
Anggota DPA RI (1988–1997)

Organisasi

Aktivis IPPI di Ternate (1955–1956)
Ketua Umum Pelajar SMA III B (1957–1958)
Anggota HMI (1959)
Bendahara Senat FK UI (1963–1964)
Wakil Ketua Dewan Mahasiswa UI (1963–1965)
Ketua Presidium KAMI UI/Pembantu Umum KAMI Pusat (1966)
Wakil Koordinator Pemuda Golkar (1971)
Wakil Presiden Majelis Pemuda Sedunia/Wakil Presiden Dewan Pemuda Asia (1972–1976)
Ketua KNPI (1973)
Ketua DPP Partai Golkar (1993–2004)
Ketua Umum Gabungan Pembangunan Pemuda Indonesia (1990–2004)
Ketua Umum Jam’iyatul Muslimin Indonesia (1992–2004)
Ketua Umum Warga Jaya Indonesia (1994–2004)

Komentar