oleh

Bupati Bogor Sebut Luhut Bikin PSBB Sia-Sia

TILIK.id, Jakarta — Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Jakarta sudah dimulai 10 April 2020 yang lalu. Setelah Jakarta, kini telah berjalan juga di Kota dan Kabupaten Bogor, Kota dan Kabupaten Bekasi, Kota dan Kabupaten Tangerang, dan Kota Depok.

Pembatasan di kota dan kabupaten sekitar Jakarta tersebut sudah masif dilakukan. Satu-satunya yang belum adalah penghentian KRL dari dan ke Jakarta. Seminggu pemberlakuan PSBB di Jakarta kasus baru positif Covid-19 terus bertambah. Bahkan Sabtu kemarin sudah tembus 400 orang di mana Jabodetabek masih yang tertinggi.

Karena itu, kepala daerah yang ada di Jabodetabek mendesak otoritas pusat untuk menghentikan pengoperasian KRL se Jabodetabek. Usulan itu dimulai dari Gubernur DKI Anies Baswedan, kemudian disusul oleh Bogor, Bekasi, dan Depok.

Di luar para kepala daerah itu, usulan yang sama juga datang dari anggota DPR seperti Fadli Zon, dan lainnya. Sayangnya, usulan itu tidak atau belum mendapat persetujuan dari Menteri Perhubungan Ad Interim Luhut Binsar Panjaitan.

Tidak salah kalau Bupati Bogor Ade Yasin menyatakan penerapan PSBB dalam menangani penyebaran virus corona (COVID-19) di Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi (Jabodebek) akan menjadi sia-sia jika KRL masih beroperasi.

Meski Luhut Binsar Pandjaitan tetap membuka layanan KRL, sementara Ade Yasin menyebut rata-rata pasien positif terinfeksi virus corona COVID-19 yang berasal dari Kabupaten Bogor, Jawa Barat lantaran tertular di KRL, jadi kebijakan Menteri Luhut ini membuat pelaksanaan PSBB menjadi tidak efektif alias sia-sia belaka.

“Dari data yang saya terima, rata-rata (penularan) dari penumpang kereta. Kasus positif pertama yang di Bojonggede itu dari kereta,” kata Ade Yasin, Jumat.

Berdasarkan catatan Gugus Tugas COVID-19 Kabupaten Bogor, wilayah dengan jumlah warga paling banyak terinfeksi COVID-19 yaitu zona merah. Dua wilayah tersebut yakni Kecamatan Cibinong dan Bojonggede terdapat stasiun KRL.

Karena itu, Ade menyayangkan langkah pemerintah pusat yang tetap mengoperasionalkan KRL di tengah penerapan PSBB di wilayah Jabodebek.

“Pemkab Bogor sudah mempersiapkan risiko dan biaya sebelum memutuskan melaksanakan PSBB. Termasuk di antaranya jaring pengaman sosial untuk warga tidak mampu. Jangan sampai apa yang kami siapkan ini menjadi sia-sia,” ungkapnya. (lms)

Komentar