oleh

Anies Liburkan Sekolah se DKI Selama Dua Pekan

TILIK.id, Jakarta — Penyebaran virus corona di Indonesia terus meningkat. Sampai kemarin, sudah 96 orang terinfeksi. Di DKI Jakarta terbanyak, termasuk Menteri Perhubungan RI Budi Karya Sumadi.

Karena itu, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan makin tanggap dengan menyiapkan langkah-langkah dan kebijakan untuk menghadang laju penyebaran virus mematikan tersebut.

Anies dalam pernyataan tertulis dan audiovisualnya mengatakan, Jakarta memiliki penduduk sebanyak 10,6 juta orang. Peserta didik di kota ini ada 1,5 juta anak. Anak-anak SMA-SMK yang sedang mengikuti Ujian Nasional atau kelas XII, jumlahnya 124 ribu peserta didik.⁣

“Kita menyadari salah satu langkah paling efektif saat ini adalah mengurangi interaksi langsung antar warga (Social Distancing Measure). Artinya, pergerakan penduduk ditekan seminimal mungkin mungkin. Kegiatan-kegiatan yang tidak perlu ditiadakan. Tujuannya adalah mengurangi potensi penularan antar individu yang belum tentu merasakan gejala,” kata Anies Baswedan. ⁣

Dia mengatakan, atas masukan Ikatan Dokter Indonesia DKI Jakarta, Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia (PAEI), Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) DKI Jakarta dan WHO Indonesia, Pemprov DKI Jakarta memutuskan untuk menutup semua sekolah di lingkungan provinsi DKI Jakarta. Dan akan melakukan proses belajar mengajar melalui metode jarak jauh. ⁣

“Bagi peserta Ujian Nasional yang berlangsung hari Senin besok (untuk SMK), juga ujian sekolah diputuskan juga ditunda. Penutupan sekolah ini berlaku selama 2 minggu. Dan kami akan melakukan review kembali di akhir pekan kedua untuk melihat perkembangannya,” tuturnya. ⁣

Dikatakan, Pemprov DKI Jakarta memutuskan menutup sekolah, tapi di Jakarta bukan hanya sekolah. Ada kursus, ada pendidikan informal, nonformal. Karena itu, Pemprov DKI menganjurkan kepada semua, untuk menunda kegiatan belajar mengajar secara langsung.

“Lakukan dengan metode jarak jauh. Tujuannya adalah untuk, sekali lagi, mengurangi interaksi yang punya potensi terjadi penularan atau Social Distancing Measure,” beber Gubernur Anies Baswedan. (lmg)

Komentar