TILIK.ID — Adik Presiden Prabowo Subianto, Hashim Djojohadikusumo, diduga memilki saham di PT Folago Global Nusantara Tbk (FolaPlay), ditanggapi Ketua Umum Lingkar Nusantara (Lisan) Farhan Dalimunthe.
Tuduhan itu, menurut Farhan, berpotensi menjadi fitnah. Kritik terhadap kebijakan publik merupakan bagian dari demokrasi, namun tuduhan terhadap individu yang belum teruji kebenarannya merugikan individu itu.
”Demokrasi memberikan ruang bagi siapapun untuk mengkritik kebijakan pemerintah. Namun, demokrasi juga menuntut tanggung jawab. Kritik jangan sampai menjadi tuduhan yang belum dapat dibuktikan,” kata Farhan dalam siaran tertulisnya di Jakarta, Rabu (1/7/2026).
FolaPlay sendiri merupakan platform penyedia layanan Over-The-Top (OTT) yang ditunjuk sebagai salah satu mitra TVRI dalam menayangkan siaran Piala Dunia 2026.
Farhan mengingatkan masyarakat untuk membedakan antara kritik terhadap kebijakan publik dan tuduhan terhadap individu.
Menurut dia, kritik merupakan bagian dari mekanisme kontrol dalam demokrasi. Sebaliknya, tuduhan mengenai kepemilikan perusahaan atau dugaan konflik kepentingan harus didukung bukti yang kuat dan dapat dipertanggungjawabkan.
Dalam praktik komunikasi digital modern, kata dia, penyebaran disinformasi seringkali dilakukan melalui pola yang sistematis.
Narasi dibangun oleh satu atau beberapa akun, kemudian diperkuat oleh akun lain sehingga publik memperoleh kesan bahwa informasi tersebut telah menjadi fakta yang diterima secara luas.
”Dalam ilmu komunikasi dikenal istilah illusory truth effect, yaitu kebohongan yang diulang terus-menerus akan dianggap sebagai kebenaran. Karena itu, masyarakat harus semakin kritis terhadap setiap informasi yang beredar,” jelasnya.
Dia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga kualitas demokrasi dengan mengedepankan etika komunikasi, budaya verifikasi, dan penghormatan terhadap fakta.
”Di era demokrasi digital hari ini content creator tidak boleh hanya berorientasi pada viralitas dan ramainya viewers. Demokrasi hanya akan tumbuh sehat apabila informasi disebarkan secara bertanggung jawab, berdasarkan data dan fakta, bukan melalui narasi yang dibangun atas asumsi, apalagi menjadi tempat pembunuhan karakter yang dibungkus sebagai kebebasan berpendapat,” kata Farhan.
Terkait isu ini, Arsari Group telah membantah informasi yang menyebut adik Presiden Prabowo Subianto, Hashim S. Djojohadikusumo, memiliki saham di PT Folago Global Nusantara Tbk (FolaPlay).
“Bapak Hashim S. Djojohadikusumo maupun Arsari Group tidak memiliki kepemilikan saham di PT Folago Global Nusantara Tbk (FolaPlay),” kata Vice President Corporate Communications Arsari Group Ariseno Ridhwan dalam keterangannya di Jakarta, Senin (29/6/2026).
Ariseno mengatakan pernyataan tersebut disampaikan untuk merespons berbagai informasi yang beredar di ruang publik, baik melalui media massa, platform digital, maupun media sosial, yang mengaitkan Hashim dengan FolaPlay.
Ia juga membantah tuduhan yang menyebut adanya penggunaan anggaran negara untuk kepentingan pribadi Hashim.
“Kami membantah informasi tersebut karena tidak benar, tidak berdasar, dan tidak didukung oleh fakta yang dapat diverifikasi,” ujarnya.
Menurut Ariseno, Hashim tidak memiliki keterlibatan, baik secara langsung maupun tidak langsung, sebagai pemegang saham, pemegang saham pengendali, penerima manfaat (beneficial owner), pengurus, maupun penasihat di FolaPlay.
“Dengan demikian, tuduhan yang menyatakan bahwa anggaran negara yang digunakan dalam penyelenggaraan dan penayangan Piala Dunia 2026 dimaksudkan untuk memperkaya atau menguntungkan Bapak Hashim S. Djojohadikusumo merupakan informasi yang menyesatkan dan tidak didukung oleh fakta yang dapat diverifikasi,” katanya. |**
