TILIK.ID — Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya tampil pasang badang menjelaskan soal kenaikan harga Pertamax. Langkah Teddy itu dinilai kurang tepat oleh pengamat komunikasi politik Hendi Satrio atau Hensa.
Hensa menyoroti pola komunikasi publik yang dilakukan oleh PT Pertamina (Persero) terkait kebijakan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax baru-baru ini. Kebijakan strategis tersebut semestinya dipaparkan langsung oleh jajaran manajemen korporasi pelat merah yang terkait.
Pendapat Hensa tersebut muncul setelah Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya turun tangan memberikan penjelasan mengenai kenaikan harga Pertamax melalui akun media sosial resmi Sekretariat Kabinet.
Menurut founder lembaga survei KedaiKOPI ini, meskipun langkah Sekretariat Kabinet memberikan informasi patut diapresiasi di tengah minimnya respons instansi teknis. Namun penyampaian kebijakan penyesuaian harga dinilai lebih ideal jika disampaikan melalui forum resmi yang komprehensif.
Penggunaan platform media sosial saja, kata Hensa, belum cukup memadai untuk mengomunikasikan kebijakan komoditas energi yang berdampak luas bagi mobilitas masyarakat.
“Kebijakan besar kenaikan Pertamax ini semestinya diumumkan secara lisan melalui konferensi pers resmi agar dapat dijelaskan secara rinci mengapa harganya disesuaikan dan bagaimana dampaknya ke masyarakat,” ujar Hensa, Senin (15/6/2026).
Lebih lanjut, dia menekankan pentingnya jajaran direksi BUMN untuk tampil di garda depan dalam mengomunikasikan setiap kebijakan operasional perusahaan yang menyangkut kepentingan publik. Prinsip transparansi dan akuntabilitas dinilai menjadi kewajiban dasar bagi perusahaan negara yang produknya dikonsumsi oleh jutaan orang setiap hari.
Ia menyarankan agar ke depan, Pertamina tidak lagi mengandalkan instansi kepresidenan atau Sekretariat Kabinet untuk mengantisipasi dinamika komunikasi dari kebijakan sektoral korporasi.
“Ke depan, pola komunikasi seperti ini perlu dievaluasi. Jika ada kebijakan yang berdampak luas, para pemangku kepentingan utama dalam hal ini Pertamina, harus proaktif tampil memberikan penjelasan secara langsung dan bervisual kepada masyarakat,” katanya lagi. |**
