DKI Jajaki Kerja Sama dengan Stadion San Siro Italia untuk Tata Kelola JIS

TILIK.ID — Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno mengungkapkan Jakarta perlu belajar dari Stadion San Siro, Milan, Italia, dalam transformasi pengelolaan Jakarta Internasional Stadium (JIS). Karenanya Jakarta menginisiasi penjajakan kerja sama dua stadion itu.

“Kita belajar bagaimana sebuah stadion bisa hidup sebagai ruang sejarah, bisnis, hiburan, dan menjadi kebanggaan warga. JIS punya potensi besar untuk berkembang ke arah sana,” ujar Rano dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Kamis (14/5/2026).

Rano bersama delegasi Jakarta yang melakukan pertemuan dengan General Manager San Siro Stadium, Fabrizio Caruso dan Business Development San Siro Stadium, Michele Finucci, di Stadium San Siro, Milan, Italia, Selasa (12/5/2026) juga membahas peluang pertukaran pengetahuan terkait pengelolaan stadion internasional.

San Siro adalah salah satu ikon sepak bola dunia yang sudah berusia 100 tahun sejak 1925 dan terus berkembang hingga memiliki kapasitas 75 ribu penonton.

Rano menegaskan, pengalaman San Siro penting bagi Jakarta karena JIS dirancang sebagai infrastruktur strategis untuk mendukung posisi Jakarta sebagai kota global.

Stadion San Siro di Milan, Italia. Stadion yang juga dinamai Stadion Giuseppe Meazza ini menjadi markas AC Milan dan Internazionbale Milan.

Dia berharap JIS dapat memperluas jejaring internasional dalam aspek manajemen stadion, penyelenggaraan kegiatan, promosi wisata olahraga, dan pengembangan konten pengalaman pengunjung.

Rano mendorong PT Jakarta Propertindo selaku pengelola Jakarta International Stadium untuk menindaklanjuti komunikasi dan transfer pengetahuan dengan pihak San Siro Stadium.

Dia berharap kolaborasi tersebut dapat mencakup tata kelola stadion, manajemen event berskala besar, optimalisasi aktivitas nonpertandingan, serta pengembangan pengalaman pengunjung agar JIS memiliki kegiatan sepanjang tahun.

Kemudian, penyelenggaraan kegiatan, pengembangan museum stadion, teknologi pembibitan rumput, serta strategi membangun keterlibatan penggemar (fan engagement) dalam menjaga fasilitas stadion.

Michele Finucci menyampaikan San Siro terbuka untuk berbagi pengalaman dengan Jakarta. Menurutnya, stadion modern harus dikelola tidak hanya sebagai arena pertandingan, tetapi juga sebagai ruang pengalaman publik yang memiliki nilai sejarah, ekonomi, dan emosional.

Pertemuan dengan pihak San Siro juga sejalan dengan rencana kedatangan AC Milan ke Jakarta pada 8 Agustus 2026 untuk menghadapi Chelsea FC dalam laga pramusim di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK).

Rano menilai rencana tersebut menunjukkan bahwa Jakarta memiliki daya tarik besar sebagai pasar sepak bola internasional dan kota penyelenggara event olahraga kelas dunia.

“Tugas kita memastikan Jakarta siap bukan hanya sebagai tuan rumah pertandingan, tetapi juga sebagai kota yang mampu menghadirkan pengalaman kelas dunia,” kata dia.|**