Musrenbang, Bupati Bombana Bawa Program Pembangunan Berbasis Agrominapolitan

TILIK.ID — Bupati Bombana Ir H Burhanuddin M.Si terlibat aktif dalam acara penting Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) yaitu Musrembang 2026 di Kabupaten Kolaka, Senin-Selasa (4 dan 5 Mei 2026).

Hadir pada acara yang dibuka Gubernur Sultra Andi Sumangerukka seluruh kepala daerah dan wakilnya, kepala-kepala dinas lingkup provinsi, para sekda seluruh kabupaten/kota di Sultra.

Bupati Bombana hadir melengkapi kepala daerah dan wakilnya, yaitu Bupati Kolaka Amri Djamaluddin, Wali Kota Kendari Siska Karina Imran, Wali Kota Baubau Yusran Fahim, Bupati Konawe Yusran Akbar, Bupati Konawe Utara Ikbar, Bupati Konawe Selatan Irham Kalenggo.

Bupati Bombana Ir H Burhanuddin (dua dari kiri) foto bersama Gubernur dan kepala daerah se Sultra pada Gala Dinner sebelum Musrenbang Sultra di Kolaka, Senin malam. foto-foto: yani/komdigi bombana.

Bupati Wakatobi Haliana, Bupati Buton Utara Afirudin Mathara, Bupati Konawe Kepulauan Rifqi Saifullah Razak, Bupati Bombana Burhanuddin, Bupati Muna Bachrun, dan lainnya.

Dalam keterlibatannya, Burhanuddin atas nama pemerintah Kabupaten Bombana membawa program-program parubahan dengan konsep pembangunan berdaya saing berbasis agrominapolitan.

Konsep dan kebijakan  yang sudah berjalan sejak awal pemerintahan Burhanuddin-Ahnad Yani itu dijabarkan dengan program pembangunan wilayah yang mengintegrasikan sektor pertanian (agro) dan pertambangan (minapolitan) dalam satu kawasan.

Bupati Bombana Ir H Burhanuddin M.Si (lima dari kanan) bersama Gubernur Sultra pada sesi foto acara Musrenbang Sultra di Kolaka, Selasa (5/5/2026). foto-foto: yani/komdigi bombana

Tujuannya supaya pertumbuhan ekonomi tidak hanya bergantung pada satu sektor, tapi saling menguatkan, untuk menjadikan produk ekonomi berdaya saing tinggi, termasuk di dalamnya pembangunan infrastruktur untuk konektivitas antar wilayah.

Konsep ini sejalan dengan pandangan  umum dari pemerintahan Sulawesi Tenggara di bawah kepemimpinan Gubernur Andi Sumangerukka dan wakilnya, Ir Hugua.

Namun dalam Musrenbang 2026 ini, Gubernur Sultra Mayjen TNI (purn) Andi Sumangerukka mengungkapkan bahwa pembangunan daerah untuk 2027 haruslah berbasis kolaborasi lintas pemerintahan dan sinergi antarlevel kebijakan.

Perencanaan pembangunan tidak boleh lagi dilakukan secara parsial dan sektoral, tetapi harus terintegrasi antara pemerintah provinsi, kabupaten dan kota, hingga pemerintah pusat.

Burhanuddin (tengah) saat berjalan menuju area Musrenbang di Kolaka.

Pendekatan kolaboratif menjadi kunci utama agar program pembangunan lebih tepat sasaran serta memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Lebih sepesifik, Gubernur Andi Sumangerukka mengatakan saat ini masih ada ketimpangan pembangunan antara wilayah kepulauan dan daratan di Sulawesi Tenggara.

Karena itu, wilayah kepulauan diprioritaskan pada percepatan pembangunan infrastruktur dasar dan konektivitas. Sedangkan wilayah daratan difokuskan pada penguatan ekonomi kerakyatan berbasis koperasi dan UMKM.

Mantan Pangdam XVII Hasanuddin ini jugs menyinggung anggaran pembangunan dan tantangan fiskal daerah.

“Menghadapi 2027, kita menghadapi tantangan fiskal, terutama ketergantungan pada transfer pusat, tingginya belanja operasional, serta beban pemeliharaan aset daerah, sehingga pengelolaan anggaran harus lebih efektif ke depannya,” jelasnya.