TILIK.ID — Bupati Kabupaten Bombana Sulawesi Tenggara (Sultra) Ir H Burhanuddin M.Si resmi membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pamerintah Daerah (RKPD) 2026, Senin (30/3/2026).
Musrembang digelar di Aula Tanduale Kantor Bupati Bombana dan dihadiiri Plt Sekda Bombana Ir Syahrun, pimpinan Forkopimda, pimpinan OPD. Asisten Setda, staff ahli, camat, lurah, dan para kepala desa.
Dalam sambutannya, Bupati Burhanuddin menegaskan bahwa Musrenbang RKPD merupakan forum penting untuk merumuskan dan menyepakati program prioritas pembangunan daerah.
“Kegiatan ini sangat penting sebagai wadah bagi kita untuk berdiskusi, merumuskan, dan menyepakati kegiatan prioritas sebagai upaya strategis dalam merencanakan pembangunan daerah ke depan,” ujarnya.
Musrenbang ini menjadi bagian dari tahapan penyusunan RKPD Tahun 2027 yang merupakan tahun kedua pelaksanaan RPJMD Kabupaten Bombana 2025–2029 dengan visi “Bombana Berdaya Saing Berbasis Agrominapolitan.”
Bupati juga memaparkan sejumlah capaian indikator makro pembangunan tahun 2025 yang masih menjadi tantangan. Pertumbuhan ekonomi tercatat sebesar 4,34 persen, masih di bawah capaian nasional dan Provinsi Sulawesi Tenggara.
Sementara itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) mencapai 69,64 poin, mengalami peningkatan namun masih berada di bawah rata-rata nasional dan provinsi. Tingkat kemiskinan berada di angka 10,14 persen, lebih rendah dari provinsi namun masih di atas nasional.
“Adapun tingkat pengangguran sebesar 2,52 persen dinilai lebih baik dibandingkan capaian nasional dan provinsi,” kata Bupati Burhanuddin
Dalam forum tersebut, Bupati juga menyoroti sejumlah isu strategis yang akan dihadapi pada tahun 2027, antara lain implementasi Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 terkait hubungan keuangan pusat dan daerah, keterbatasan fiskal akibat efisiensi anggaran, serta dukungan terhadap program nasional seperti penanganan kemiskinan ekstrem dan stunting.
Bupati mengatakan, tema Musrembang RKPD Tahun 2026 ini mengusung tema yaitu “Pertumbuhan ekonomi yang inklusif didukung SDM berkarakter, layanan publik berintegritas, dan infrastruktur yang berkelanjutan.”
Untuk mendukung tema ini, kata Bupati, ditetapkan empat prioritas pembangunan tahun 2027. Yaitu:
pertama, peningkatan daya saing ekonomi daerah berbasis potensi unggulan.
Kedua, peningkatan kualitas SDM yang cerdas, sehat, dan kompetitif; Ketiga, tata kelola pemerintahan yang akuntabel dan berbasis digital
“Dan keempat, percepatan pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan dan tangguh bencana,” papar Bupati.
Bupati Burhanuddin juga memaparkan sejumlah indikator makro pada untuk tahun 2027. Di antaranya pertumbuhan ekonomi sebesar 6,72 persen, IPM mencapai 73,88 poin, tingkat kemiskinan turun menjadi 9,25 persen, tingkat pengangguran terbuka di kisaran 2–2,5 persen, dan gini rasio sebesar 0,320 poin.
Bupati mengajak seluruh peserta Musrenbang untuk menyamakan persepsi dan berkomitmen terhadap program prioritas.
“Musrenbang ini harus menjadi wadah untuk menyepakati program dan kegiatan prioritas guna mendukung tercapainya program nasional serta visi dan misi Kabupaten Bombana 2025–2029,” tegasnya.
Dengan terselenggaranya Musrenbang RKPD ini, diharapkan arah pembangunan Kabupaten Bombana ke depan semakin terarah, terukur, dan mampu menjawab berbagai tantangan pembangunan daerah. |••
