TILIK.ID — Pemilik klub sepak bola Chelsea, Todd L. Boehly, memberi jersey biru Chelsea kepada Presiden RI Prabowo Subianto di sela pertemuan 12 pengusaha Amerika Serikat di Washington DC, Jumat (20/2/2026).
Jersey atau baju seragam Chelsea itu bernomor punggung 24 yang dibubuhi tanda tangan kapten tim, Reece James. Selain pemilik FC Chelsea, pengusaha Boehly yang merupakan CEO Eldridge Industries itu juga pemiliklub basket Los Angeles, Lakers.
Saat menerima Jersey itu, Prabowo didampingi Menteri Investasi dan Hilirisasi yang juga CEO BPI Danantara Rosan Roeslani.
Rosan mengungkapkan Boehly telah berjanji akan membawa klub Chelsea dan klub basket Los Angeles Lakers ke Indonesia untuk menggelar pertandingan.
“Salah satunya adalah ada owner majority dari Chelsea, Lakers, juga ada Dodgers. Dan dia berjanji mau bawa klub Chelsea dan Lakers ke Indonesia untuk ya kerja sama dan melakukan pertandingan,” kata Rosan.
Selain Boehly, pengusaha lain yang bertemu Prabowo adalah Armen Panossian, CEO Oaktree sekaligus pemilik klub Italia Inter Milan; Matt Harris dari BlackRock Founding Partners dan Global Infrastructure Partners; Martin Escobari, Co-President sekaligus Head of Global Growth Equity General Atlantic; Al Rabil, CEO Kayne Anderson;
Neil R. Brown, Managing Director Global Institute Infrastructure KKR; Michael Weinberg, Chairperson of the Investment Committee Levine Leichtman Capital Partners (LLCP); Justin Metz, Managing Partner Related Fund Management (RFM); Luke Taylor, Co-President Stonepeak; Nabil Mallick, COO Thrive Capital; Jeffrey Perlman, CEO Warburg Pincus; serta Seth Bernstein dari Bernstein Equity Partners.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menjelaskan dalam pertemuan dengan para pengusaha AS, Presiden Prabowo menegaskan komitmen pemerintah untuk menciptakan iklim investasi yang kondusif serta membuka ruang kolaborasi yang saling menguntungkan.
“Presiden Prabowo membuka seluas-luasnya peluang investasi untuk membangun sebanyak-banyaknya rantai ekonomi dan lapangan pekerjaan yang menguntungkan kepentingan dalam negeri di Indonesia,” ucapnya.
Pertemuan di Washington DC ini sekaligus menegaskan bahwa Indonesia tengah memasuki fase baru sebagai negara yang percaya diri, stabil, dan siap menjadi pusat pertumbuhan baru dunia. /**






Komentar