TILIK.ID — Suasana haru dan sarat emosional terjadi saat Bupati Bombana Ir H Burhanuddin M.Si berkali-kali mengusap air matanya saat berpidato di acara peringatan Hari Ibu di Bombana, Senin (29/12/2025).
Di awal pidatonya, Burhanuddin justru memulai dengan banyak canda. Dia bahkan mencandai Ketua DPRD Bombana Iskandar S.P, Kajari dan ibu-ibu yang mendominasi ruangan.
Ketika pidatonya merefleksikan pengorbanan ibu, naskah yang dibacakan mulai tersendat. Berhenti dan mengusap air mata dengan tisu.
“Di hari ini, di Hari Ibu, jika ibu masih ada di sisi kita, jangan menunggu besok untuk berkata. Maafkan aku ibu. Terima kasih ibu,” kata Burhanuddin melanjutkan usai mengusap air mata.

“Dan bagi kita yang ibunya telah kembali kepada Sang Pencipta, biarlah roh menjadi bahasa cinta, karena cinta seorang ibu tak pernah mati. Dia hanya berpindah dari raganya. Selamat Hari Ibu, untukmu ibu yang cintanya tak pernah berhenti,” tambah Burhanuddin.
Sejenak dia berhenti berkata-kata. Air matanya menetes, lalu melanjutkan dengan mengaku trenyuh dan terbawa perasaan emosi karena mengingat masa lalunya.
“Saya terbawa emosi, saya teringat masa lalu saya,” kata Burhanuddin lalu berhenti sejenak lagi.
“Sejak kecil, SD, menjelang masuk SMP, bapak saya meninggal. Ibu saya membesarkan saya sendiri dengan penuh pengorbanan,” kata Burhanuddin mulai bercerita.

“Saya mengingat pesan ibu, sebelum saya meninggalkan kampung untuk melanjutkan sekolah saya di Makassar. Beliau mengatakan apapun saya korbankan asal anakku bisa sekolah,” katanya. Dia kembali mengusap air matanya.
“Dia menjual tanahnya demi anaknya sekolah,” kata Burhanuddin mengenang.
Kemudian dia melanjutkan. Ketika tamat kuliah, dia dapat dua kesempatan. Satu diterima di sebuah perusahaan tambang dan kedua diterima di pemerintahan di kantor pertambangan.
Usai dapat kesempatan, Burhanuddin pulang kampung menemui ibunya yang saat itu sedang sakit. Dia pulang untuk minta ridho kepada ibunya.
Pada kesempatan itu, kata Burhanuddin, ibunya memberi nasehat dan harapan. Di antara dua pilihan, ibu berpesan di manapun yang utama adalah bermanfaat bagi banyak orang, dan mengabdi untuk bangsa dan negara.

Karena itu, ujar Burhanuddin, dia memilih menjadi abdi negara dengan masuk di Departemen Pertambangan Provinsi Sulawesi Selatan dan beberapa waktu kemudian pindah ke Sulawesi Tenggara.
“Dua minggu setelah saya tinggalkan Sulawesi Selatan ke Sulawesi Tenggara, ibu saya meninggal,” ungkap Burhanuddin. Matanya berkaca-kaca, lalu berhenti sejenak mengusap matanya.
“Saya belum bisa membahagiakan beliau. Saya belum bisa mmembalas budi baiknya,” katanya terisak dan meminta kepada semua untuk menghormati ibunya.
“Saya mohon kepada semua hormati ibumu. Ibu yang tulus membantu kita mulai dari kecil. Ibu yang tulus berkorban untuk kita, demi anak yang belum tentu kita bisa merawat sampai liang kubur,” tuturnya.
Burhanuddin kembali mengingatkan di Hari Ibu ini jangan pernah melupakan pengorbanan Ibu. Yang masih punya ibu bersyukurlah masih punya kesempatan membalas ketulusannya mengorbankan segalanya sejak kita kecil. Dan yang sudah tidak ada ibu lagi, semoga dalam doa-doanya tidak melupakan ibunya.

Hari Ibu ke 97 di Bombana berlangsung dengan upacara di ruang tertutup yaitu di aula Tanduale Kantor Bupati pada Senin 29 Desember 2025.
Hadir pada kesempatan itu, Ketua Tim Penggerak PKK Hj Fatmawati Kasim Marewa S.Sos, Wakil Bupati Bombana Ahmad Yani, Ketua DPRD Bombana Iskandar, SP, Pj Sekda Bombana Ir Syahrun, Forkopimda, para pimpinan OPD, para Asisten, Staf Ahli, anggota DPRD, Ketia Nasdem Bombana Sulfan Sultani, pimpinan Ormas, tokoh pemuda, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh perempuan, dan tamu undangan. |••






Komentar