Didukung Parpol, Elektabilitas Anies Ungguli Prabowo dan Ganjar

TILIK.ID — Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan resmi dicalonkan Partai NasDem menjadi capres 2024. Tak hanya itu, PKS dan Demokrat pun seperti akan bergabung membuat poros baru untuk berkoalisi.

Dukungan Partai NasDem dan akar rumput sejumlah parpol lain boleh dikata terjadi alih dukungan sehingga membuat elektabilitas Anies Baswedan merangkak naik untuk calon presiden.

Survei Polmatrik Indonesia bahkan Anies telah mengungguli Prabowo Subianto dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Mantan Rektor Universitas Paramadina itu mendapatkan persentase sebesar 20,8 persen.

Angka ini mengalahkan Prabowo Subianto yang mendapatkan 19,3 persen dan kemudian Ganjar Pranowo sebesar 18,8 persen.

“Berkat limpahan pemilih, elektabilitas Anies berhasil mengungguli baik Prabowo maupun Ganjar dalam bursa capres,” kata Direktur Eksekutif Polmatrik Dendik Rulianto dalam keterangannya.

Dukungan publik terhadap Anies Baswedan mengalami peningkatan sepanjang paruh pertama 2022. Temuan Polmatrix Indonesia menunjukkan Anies berhasil naik hingga unggul dalam bursa calon presiden.

Jika dibandingkan dengan survei pada bulan Maret 2022, nama-nama yang menguasai enam besar capres mengalami penurunan elektabilitas, kecuali Anies.

BACA JUGA :  Pilihan-pilihan

“Bisa dikatakan, Anies memperoleh limpahan dukungan dari pemilih capres-capres potensial yang bakal berlaga pada Pilpres 2024,” ucapnya.

Menurut Dendik, melejitnya nama Anies tidak lepas dari dukungan yang diberikan sejumlah partai politik untuk mengusungnya sebagai capres. Misalnya, Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Partai NasDem yang memunculkan nama Anies di antara sejumlah nama yang diusulkan dari daerah-daerah.

Partai-partai yang lain pun menunjukkan arah dukungan terhadap Anies, seperti PKS, Demokrat, PPP, dan PAN.

Menguatnya Anies juga membuka kemungkinan terbentuknya poros koalisi yang diinisiasi NasDem, di luar poros PDI Perjuangan maupun Koalisi Indonesia Bersatu (KIB).

Untuk Ganjar, Dendik mengatakan masih harus berjuang untuk bisa mendapatkan tiket capres dari internal PDI Perjuangan dan cenderung mengalami stagnasi dalam setahun terakhir.

Demikian pula dengan Ketua Umum DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto yang elektabilitasnya relatif stabil, belum ada tanda-tanda kenaikan secara signifikan.

“Anies kini berkembang menjadi figur alternatif kepemimpinan nasional dengan mengalirnya dukungan dari pemilih moderat,” kata Dendik.

Di bawah tiga besar, terdapat Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (6,8 persen) dan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno (5,5 persen), disusul oleh Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang relatif stabil (4,3 persen).

BACA JUGA :  Tidak Mungkin bagi Ahok-Djarot, Sangat Mungkin bagi Anies Baswedan

Nama-nama berikutnya dalam bursa capres adalah Menteri BUMN Erick Thohir (4,1 persen), Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa (2,7 persen), dan Menteri Sosial RI Tri Rismaharini (2,4 persen).

Terdapat pula Ketua DPR RI Puan Maharani (1,8 persen), Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto (1,3 persen), dan Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa (1,2 persen).

Kemudian ada Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD (1,1 persen) dan mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti (1,0 persen).

Nama-nama lainnya memiliki elektabilitas di bawah 1 persen, sedangkan sisanya menyatakan tidak tahu/tidak jawab sebanyak 8,4 persen.

Survei Polmatrix Indonesia dilakukan pada tanggal 16—21 Juni 2022 terhadap 2.000 responden mewakili 34 provinsi. Metode survei adalah multistage random sampling (acak bertingkat) dengan margin of error survei sebesar 2,2 persen dan pada tingkat kepercayaan 95 persen. (lms)

Komentar