TILIK.ID — Nama Anies Baswedan terus berkibar berkat prestasi-prestasinya. Terakhir gelaran Formula E atau E-Prix sukses besar dan mendapat apresiasi presiden Jokowi serta dunia international.
Namun makin melejitnya nama Gubernur DKI Jakarta itu membuat ada pihak-pihak yang tidak suka, panik, dan melakukan aksi yang merusak demokrasi.
Seperti yang dilakukan organisasi massa palsu dengan memakai nama Front Persaudaraan Islam (FPI). Mereka mencatut nama FPI untuk demo mendukung Anies Baswedan menjadi presiden.
Aksi itu, tentu saja mengherankan, karena petinggi FPI sendiri tiidak tahu menahu gerakan itu. Sementara massa demo sebagian mengaku disuruh dan mendapatkan uang Rp 100 ribu serta diangkut pakai bus ber-AC.
Aksi mendukung Anies Baswedan menjadi presiden di Patung Kuda pada Senin (6/6/2022) itu diikuti ratusan peserta yang semua berbaju putih, tampak baru, dan membawa bendera FPI yang kelihatannya juga baru dicetak.
Yang aneh adalah, adanya wanita-wanita dalam akai demo itu. Padahal publik tahu setiap aksi FPI tidak menyertakan kaum perempuan. Keganjilan-keganjilan itu membuat anggota DPRD DKI Mohamad Taufik angkat suara.
Dia mengatakan, pencatutan nama Front Persaudaraan Islam (FPI) untuk mendukung Anies Baswedan sebagai Calon Presiden 2024 merupakan tindakan kotor. Menurut dia, deklarasi tersebut merupakan massa liar.
“Saya meminta polisi mengungkap dan menangkap dalang deklarasi itu. Sebab, sudah dibantah oleh FPI yang sah,” tegas Taufik dalam keterangan tertulisnya, Senin (6/6).
Cara-cara kotor dari pihak-pihak yang kehabisan akal. Ini hanya ingin mengacaukan pemilu yang jadwalnya sudah disahkan oleh DPR.
“Polisi wajib mengusut tuntas, menangkap dalangnya untuk mengantisipasi munculnya gesekan di masyarakat,” beber dia.
M Taufik meyakini, dilihat dari potongan video dan gambar yang beredar, massa pendemo itu benar-benar bukan anggota FPI. Hal itu, bisa diidentifikasi dari pakaian yang digunakan massa aksi perempuan.
Berdasar foto yang beredar, sebagian perempuan yang mengaku anggota FPI itu berbaju putih dan bercelana bahan levis.
“Baju putihnya baru semua itu. Mereka ini tidak boleh dibiarkan. Harus ditangkap dalangnya. Karena ini merusak demokrasi,” kata Taufik.
Menurut M Taufik, mereka ini mau memecah belah anak bangsa. Tidak boleh ada pembiaran terhadap mereka ini. Ini harus diusut tuntas sampai ke dalang yang gerakan massa pencatut nama FPI ini,” katanya.
Ketum FPI Muhammad Alattas membantah pihaknya melakukan aksi dukungan untuk Anies Baswedan pada 2024. Dalam sikap resminya, FPI menekankan tidak pernah menggerakkan massa untuk aksi dukungan capres di Patung Kuda.
“Ada Gerakan intelijen yang sangat berbahaya menggerakkan massa tidak dikenal dengan menggunakan nama dan bendera bertuliskan FPI serta pakaian serba putih untuk melakukan dukungan capres tertentu pada Pemilu 2024 di Bundaran Patung Kuda, Senin, 6 Juni 202,” kata Muhammad Alattas dalam keterangannya, Senin (6/6/2022).
DPP FPI menyatakan hingga saat ini tidak terlibat dalam aksi dukungan capres 2024 mana pun. Muhammad Alattas juga mengatakan DPP FPI belum menentukan sikap terkait Capres 2024. (ger)
