oleh

Surya Darma: Panas Bumi Bisa Menjadi Tulang Punggung Transisi Energi

TILIK.ID — Transisi energi seperti masih menghadapi masalah menuju energi baru dan terbarukan. Namun Ketua Umum Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI) Dr Ir Surya Darma MBA mengatakan panas bumi berpotensi menjadi backbone atau tulang punggung transisi energi di tanah air.

Dia mengatakan, posisi panas bumi tersebar di seluruh Indonesia, jadi ketahanan energinya lebih gampang dibandingkan dengan posisi kalau hanya ada di tempat-tempat tertentu.

Surya Darma mengungkapkan itu dalam diskusi daring Urgensi Transisi Energi ke Panas Bumi dari Jakarta, Kamis (28/7/2021).

“Keberadaan panas bumi yang tersebar itu dapat memberikan kesejahteraan bagi masyarakat yang dapat membangkitkan dan menggerakkan ekonomi nasional,” katanya.

Menurutnya, kebutuhan energi baru terbarukan di Indonesia memang tak semuanya ditutupi oleh panas bumi, sehingga perlu sinergi dengan jenis energi baru terbarukan yang lain.

“Saya kira dengan hidro ini akan mendukung menjadi backbone ditambah nanti dari PLTS,” ujar Surya.

Berdasarkan data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Indonesia merupakan negara kepulauan yang menjadi rumah bagi 127 gunung api aktif.

Anugerah alam itu memberikan sumber daya panas bumi yang melimpah sebanyak 23,76 gigawatt dengan pemanfaatan sebesar 2,17 gigawatt atau hanya 9,1 persen dari total potensi yang ada.

Dikatakan, Indonesia menempati urutan kedua sebagai negara dengan sumber daya panas bumi dan kapasitas terpasang listrik vulkanik terbesar di dunia, setelah Amerika Serikat.

Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Kementerian ESDM menyebutkan ada 14 wilayah kerja kerja panas bumi yang telah produksi sebesar 2.175,7 megawatt dengan rencana pengembangan ekspansi 1.347,6 megawatt.

“Kita ini lebih agresif dibandingkan dengan yang lain dari sisi pemanfaatan panas bumi, angkanya sih masih 9 persen, tapi kita punya roadmap untuk segera mempercepat pemanfaatannya,” pungkas Dadan,” ujarnya.(amn)

Komentar