oleh

Menjelang Natal, Apa Lagi yang Gubernur Anies Baswedan Berikan?

by: Geisz Chalifah

TENTU saja saya tak pernah merayakan Natal, baik Natal bersama atau apapun namanya. Tapi sejak masih masa SMP, saya selalu menyukai bulan Desember, karena di bulan itu selalunya TVRI di masa itu memutar film cerita berlatar belakang natal.

Selalu humanis, selalunya romantis baik cerita dongeng tentang kereta yang ditarik oleh rusa maupun drama keluarga.

Dari masa ke masa Natal selalu diwarnai dengan kisah-kisah kemanusiaan. Walaupun beberapa filmnya juga banyak yang berakhir dengan kesedihan seperti Night Christmas bercerita tentang seorang anak yang berada dalam ruang steril karena penyakitnya dan dimalam Natal dia meloloskan diri dari ruang steril rumah sakit berlari kerumahnya lalu berakhir hidupnya dalam pelukan ibunya.

Belum lagi film berjudul Who Will Love My Children? Juga film-film serial di Fox TV berjudul 911. Bercerita tentang pasukan pemadam kebakaran. Di malam Natal seorang ayah terburu-buru untuk menonton konser anaknya namun di tengah jalan dia membantu seseorang yang mengalami kecelakaan. Tentu saja dia pasti terlambat untuk sampai ke gedung pertunjukkan. Namun anggota pemadam kebakaran yang mengetahui masalahnya itu, menolongnya dengan mengantarnya ke gedung pertunjukan dengan mobil pemadam kebakaran.

Di tahun lalu menjelang Natal, Jakarta menjadi lebih indah dengan paduan suara membawakan lagu-lagu rohani Kristiani. Di shelter MRT maupun di trotoar Sudirman. Natal di Jakarta menjadi semarak, masyarakat pengguna transportasi publik menikmati beragam pertujukkan tersebut berthema Christmas Carol.

Seumur-umur saya lahir dan besar di Jakarta, saya tak pernah melihat pemerintah provinsi DKI turun tangan bukan saja memfasilitasi tapi juga berkolaborasi mengajak banyak pihak untuk menyemarakan Natal.

Tentu saja tak hanya Natal yang diberi ruang tapi juga Jakarta Muharram Festival diadakan besar-besaran di Bundaran HI, juga acara-acara untuk pemeluk agama lainnya.

Semakin hari ini kota ini semakin indah, warganya bergembira dengan beragam fasilitas publik yang menyatukan.
Pemimpinnya memberi perhatian yang sama untuk semua lapisan.

Natal selalunya romantis dan Jakarta semakin eksotis.

Komentar