oleh

Wakil Ketua MPR: Jangan Salah, Vaksin Bukan untuk Membunuh Virus Covid-19

TILIK.id, Jakarta — Banyak yang salah kaprah tentang vaksin Covid-19 yang tengah diuji coba di seluruh dunia. Salah kaprah ini harus diluruskan karena jangan sampai kehadiran vaksin mempengaruhi tingkat kedisiplinan masyarakat menjaga kesehatan.

Demikian dikatakan Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat dalam rilis tertulisnya, Jumat (16/10/2020).

“Persepsi keliru bahwa kehadiran vaksin dalam waktu dekat bisa membunuh virus jangan membuat masyarakat justru menjadi terlena dalam penerapan protokol kesehatan,” kata Lestari.

Menurut Lestari, vaksin bukan obat pembunuh Covid-19 melainkan berfungsi untuk meningkatkan antibodi manusia agar tidak tertular Covid-19.

Moerdijat mengutip survei Badan Pusat Statistik (BPS) September lalu bahwa dari 90.967 responden yang disurvei, tingkat kepatuhan responden menggunakan masker saat berada di luar rumah mencapai 91,98 persen.

Dalam survei yang dilakukan secara daring pada 7-14 September 2020 menyebut, tingkat kepatuhan responden dalam menjaga jarak dan mencuci tangan masing-masing berada di angka 73,54 persen dan 75,38 persen.

“Artinya masih ada 22-25 persen masyarakat yang tidak mematuhi protokol kesehatan, khususnya dalam menjaga jarak dan mencuci tangan,” ujarnya.

Dia mengatakan, masih cukup banyak persentase masyarakat yang tidak mematuhi protokol kesehatan, berpotensi menciptakan sumber-sumber penularan baru.

Kondisi itu menurut dia, merupakan tantangan tersendiri bagi para pemangku kepentingan dalam pengendalian Covid-19 di Tanah Air menjelang penerapan vaksin kepada masyarakat.

Namun Lestari mengaku khawatir persepsi yang salah terhadap berita kehadiran vaksin Covid-19 di Indonesia akan menambah jumlah orang yang abai terhadap protokol kesehatan.

Publik harus diberikan pemahaman bahwa vaksin akan lebih ampuh untuk mencegah penularan bila dibarengi dengan mematuhi protokol kesehatan, yakni memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, dan menjaga jarak.

“Perlu kerja sama semua pihak untuk menyadarkan masyarakat agar tidak terlena oleh berbagai informasi mengenai penemuan vaksin, termasuk Vaksin Merah Putih yang dikembangkan di Indonesia,” katanya.

Penemuan vaksin itu penting namun akan jauh lebih ampuh menekan Covid-19 apabila dibarengi dengan tetap disiplin mematuhi protokol kesehatan. (bms)

Komentar