oleh

Eep Saefullah Fatah Jawab Tulisan Dungu Eko Kuntadhi

TILIK.id, Jakarta — Eko Kuntadhi menulis dengan judul “Pembunuhan Berencana Para Goweser” untuk yang tujuannya untuk kembali menyerang Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Tulisan itu menghajar Anies yang menyurat ke Kementerian PUPR agar mengizinkan pesepeda menggunakan jalan tol layang di hari car free day.

Surat itu belum dijawab Kementerian PUPR, ratusan buzzer bayaran sudah menghajar Anies. Salah satunya lewat tulisan Eko Kuntadhi yang salah kaprah itu.

Peneliti Eep Saifullah Fatah membaca tulisan Eko lantas mengkonfirmasi langsung ke Gubernur Anies Baswedan. Jawabannya, sangat kontras dengan tuduhan Eko Kunthadi tersebut.

Eep pun menulis sebagai jawaban atas tuduhan Eko Kunthadi itu. Berikut tulisan Direktur dan pendiri lembaga survei Pollmark tersebut:

Respon terbaik yang bisa saya berikan untuk tulisan Eko Kuntadhi (“Pembunuhan Berencana Para Goweser“) adalah mengkonfirmasikan langsung ke Gubernur.

Bernarkah Gubernur menulis surat ke Menteri PUPR meminta izin sebagian ruas jalan tol digunakan pesepeda seperti yang Eko tulis? Benarkah Gubenur begitu mudah kehilangan akal sehatnya dengan membiarkan para pesepeda menjadi korban kendaraan-kendaraan roda empat berkecepatan tinggi di dalam jalan tol, di dekat mereka?

Inilah jawaban yang saya terima, saya rumuskan ulang:

– Benar Gubernur Jakarta berkirim surat tapi dengan isi yang sama sekali berbeda dengan yang diimajinasikan Eko.

– Jalan toll yang diminta dijadikan tempat berkegiatan bersepeda adalah jalan layang toll di atas Jalan DI Panjaitan – Ahmad Yani (dulu disebut sebagai by-pass).

– Waktunya adalah setiap hari Minggu pukul 06-09 pagi. Dan selama tiga jam itu, jalan layang toll itu ditutup total untuk kendaraan roda empat. Jadi, tak terjadi percampuran antara kendaaraan berkecepatan tinggi dengan para pesepeda.

– Jalan layang toll itu dibuat untuk mengatasi kemacetan jalan DI Panjaitan – Ahmad Yani. Berbasis riset, hari Minggu pagi (jam 06-09) tak ada kemacetan di ruas jalan di bawah jalan layang toll itu.

– Gubernur ingin memberikan kesempatan kepada anak Jakarta, warga Jakarta bersepeda di atas, menyaksikan kotanya dari ketinggian di bawah terang sinar matahari yang baru terbit dari arah timur.

– Semua proses ke arah itu dijalani dengan proses governance yang terjaga, yang benar. Sejumlah pihak yang terkait pun sudah menyatakan persetujuan bahkan dukungan mereka.

Alhamdulillah, kawan saya Anies Baswedan ternyata tetap merawat akal sehatnya.

Sebagai kawan, kewajiban moral saya bukan mendukung apapun langkahnya sebagai pejabat publik. Kewajiban terpokok saya justru menentang dan mencoba meluruskannya. Alhamdulillah ternyata tak ada yang harus saya tentang dan luruskan dalam kasus “bersepeda di jalan toll” ini.

Tabik,
Eep Saefulloh Fatah

Komentar