oleh

Pratikno: Tidak Benar Ada Reshuffle 18 Menteri

TILIK.id, Jakarta — Isu reshuffle kabinet terus menggema. Bahkan secara detail ada 18 menteri akan direshuffle pada 21 Oktober mendatang. Benarkah Presiden Jokowi akan merombak kabinetnya?

Isu itu dijawab Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno. Dia pun membantah informasi yang mengatakan Presiden Joko Widodo akan merombak (reshuffle) 18 menteri dalam kabinet Indonesia Maju.

“Jadi kita semua terkejut dengan rilis yang mengatakan ada 18 menteri yang akan ‘di-reshuffle’. Itu tidak benar,” kata Pratikno di Jakarta, Sabtu.

Menurut Pratikno, para menteri di Kabinet Indonesia Maju saat ini berkonsentrasi luar biasa untuk menghadapi krisis kesehatan dan krisis perekonomian akibat pandemi Covid-19.

“Semuanya bekerja keras, baik itu menterinya seluruh jajaran kabinet beserta birokrasi-birokrasi di bawahnya dan kita juga tahu ada dukungan luar biasa dari lembaga-lembaga negara lain termasuk DPR,” ungkap Pratikno.

Dikatakan, seluruh kabinet beserta jajaran di bawahnya pun fokus untuk bekerja di tengah pandemi.

“Jadi itu yang sudah disampaikan Pak Presiden kepada saya juga, karena saya juga mengkonfirmasi perihal ini kepada beliau kemarin,” tambah Pratikno.

Isu reshuffle 18 menteri dikemukakan Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane. Neta mengaku telah mendapat informasi bahwa Presiden Jokowi akan “me-reshuffle” 18 menteri setelah pergantian Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto.

Dalam pernyataannya, IPW menyebut ada 11-18 anggota kabinet yang akan bergeser dan berganti. Namun rilis itu dibantah Pratikno.

“Tidak benar kita akan melakukan ‘reshuffle’, (tidak benar) Pak Presiden akan melakukan ‘reshuffle’ besar-besaran karena Pak Presiden selalu perintahkan kepada menteri untuk fokus bekerja, fokus menyelesaikan krisis, dan fokus membajak momentum krisis ini untuk menjadi lompatan kemajuan di segala bidang,” kata Pratikno.

Dia pun meminta kepada rekan-rekan menteri yang diisukan ‘direshuflle’ untuk fokus ke tugas masing-masing, saling bersinergi saat ini rakyat Indonesia membutuhkan kecepatan kerja pemerintah dengan seluruh jajarannya dan juga dengan seluruh komponen bangsa agar kita bisa segera keluar dari krisis. .

Fokus tersebut dibutuhkan agar Indonesia dapat segera keluar dari krisis kesehatan karena Covid-19.

“Krisis kesehatan segera selesai, krisis perekonomian segera selesai, dan justru kita sekali lagi melakukan lompatan kemajuan ke depan. Jadi tolong kita semuanya fokus untuk bekerja,” tambah Pratikno.

IPW dalam rilisnya menyebut beberapa menteri masuk rencana direshuffle. Mereka adalah Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menkum HAM Yasonna Laoly, Menpora Zainudin Amali, Mendikbud Nadiem Makarim, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio, Menaker Ida Fauziyah, Menteri Perdagangan Agus Suparmanto, dan Mensos Juliari P Batubara.

Selain itu, juga masuk dalam daftar perombakan adalah Menteri Kominfo Johnny G Plate, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir, Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi dan Kepala Bulog Budi Waseso. (lms)

Komentar