oleh

Produksi dan Penjualan Emas Martabe Berangsur Normal

TILIK.id, Jakarta — Pandemi Covid-19 tak terkecuali menghantam sektor pertambangan mineral dan barubara. Banyak perusahaan tambang goyang. Namun PT Agincourt Resources atau Tambang Emas Martabe tetap bertahan di tengah pandemi ini.

Itu tergambar dari penjelasan Rahmat Lubis dari Agincourt dalam Journalist Zoom Webinar yang digelar Gold Mine Martabe, Kamis sore (16/7/2020). Webinar mengambil tema Kondisi Pertambangan Nasional Menghadapi Pandemi Covid-19.

Seminar online itu menmpilkan pembicara utama Prof Dr Irwandy Arief, Staf Ahli Menteri ESDM, dengan pengantar Ibu Katarina Siburian Handoko. Webinar dipandu Pemimpin Redaksi DuniaEnergi.com Dudi Rahman.

Rahmat Lubis mengatakan, dari segi produksi, sampai saat ini masih on target, dari perencanaan Januari sampai Juni atau semester 1, bahkan saat ini sedikit di atas target.

“Memang ada sedikit kendala karena Covid-19 ini. Kita di Martabe itu, khususnya mulai pertengahan April yang lalu itu, kita istilahnya lockdown. Kita minta karyawan kita tinggal di camp. Karena kamar di camp terbatas maka kita rumahkan, tapi bukan PHK,” ujarnya.

Dikatakan, perusahaan sudah berkomitmen tidak ada PHK. Dan itu benar, tidak ada pemutusan kerja, walaupun memang ada karyawan yang dirumahkan karena karena keterbatasan yang ada.

Ditambahkan, Martabe cukup beruntung. Tambang kita ada tiga. Pit Purnama, Barani, dan Ramba Joring. Di tambang itu, ada dua material. Material yang ada emasnya dan material yang tidak ada emasnya atau disebut waste.

“Jadi ketika karyawan kita berkurang, maka yang kita kurangi wastenya saja. Yaitu batuan yang tidak ada emasnya. Sementara batuan yang ada emasnya, itu yang kita ambil. Jadi bicara emas, Martabe tidak ada masalah,” beber Rahmat Lubis.

BACA JUGA:

Kondisi Partambangan Indonesia di Tengah Pandemi Covid-19

Dikatakan, masalah satu-satunya untuk produksi di bulan April dan sedikit di Mei adalah terhentinya pemurian logam mulia PT Antam di Jakarta. Produksi di satu sisi jalan, namun kita tidak bisa jual karena pemurniannya di Jakarta terhenti selama beberapa hari.

“Jadi Martabe secara operasi sudah kembali normal. Artinya produksi emas berjalan sesuai rencana, dan sudah bisa dijual saat ini,” kata Rahmat Lubis.

Kemudian, kata Rahmat, di awal bulan Juni ini, Martabe kembali membuka ‘pintu gerbang’ setelah dilakukan lockdown. Artinya semua karyawan-karyawan yang dirumahkan selama 2 setengah bulan kembali masuk.

“Sekali lagi, Martabe alhamdulillah sampai saat ini kita secara produksi dan penjualan tidak ada masalah. Tidak ada rencana PHK dan itu konsisten kita pertahankan,” kata Rahmat Lubis. (lls)

Komentar