oleh

Geisz Chalifah: Tidak Adil Benar Sikap Kita pada Anies

TILIK.id, Jakarta — Keputusan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tentang reklamasi Ancol terus menjadi polemik. Berbagai Channel mendiskusikan keputusan Anies tersebut.

Indonesia Layers Club (ILC) TVOne tak ketinggalan mengangkat tema ini dengan judul Reklamasi Ancol: Anies Ingkar Janji? Penolak dan pendukung reklamasi Ancol bertemu di forum yang dipandu Karni Ilyas itu.

Komisaris Ancol Geisz Chalifah penting dihadirkan karena diduga reklamasi Ancol itu dianggap untuk  kepentingan komersial. Padahal Kepgub itu untuk menjaga Jakarta dari banjir dan untuk kepentingan publik.

Namun Geisz sedikit bereaksi ketika narasumber Suzan Herawati selaku Sekjen Koalisi Masyarakat untuk Keadilan Perikanan menyinggung masjid Apung Ancol yang dianggapnya membangun semangat keagamaan.

Suzan menyebut janganlah perluasan itu membuat terlalu religius. Pernyataan Suzan itu dijelakan lagi bahwa janganlah agama dipolitisasi untuk kepentingan suara.

Geisz langsung membantah. Bahwa masjid Apung Ancol itu tidak masuk di lahan reklamasi. “Masjid yang dimaksud masjid apung itu tidak berada di lahan Reklamasi Ancol,” kata Geisz di ILC, Selasa malam.

Dikatakan, ketika Anies datang ke Cilincing bulak balik memberikan fasilitas buat rumah ibadah, tokoh agama menyatakan inilah gubernur yang paling perhatian terhadap kami.

Ketika Anies membuka ijin untuk pembukaan rumah ibadah umat Hindu Tamil, pemuka agamanya bilang sejak Indonesia merdeka baru kali ini gubernur memberi kami kesempatan beribadah secara luas.

Ketika pertama kali di Jakarta Anies membuka Christmas Carrol di ruang publik, semua mengapresiasi. Tapi ketika Anies bicara museum Rasulullah yang terkait dengan reklamasi, langsung dikatakan ini membangun semangat keagamaan,  ini politisasi agama.

“Enggak adil betul sikap kita pada Anies. Itu fakta,” kata Geisz Chalifah.

Soal masjid apung Ancol ini, Geisz mengaku sebagai inisiator untuk mewujudkan ide itu. Namun kalau dikatakan berada di lahan reklamasi Ancol dan mempolitisasi agama, itu salah besar.

Menurut Geisz, Ancol harus berbenah, berubah. Jika tidak, maka Ancol akan menghadapi kompetitor sendiri, yaitu Pemprov DKI Jakarta. Kenapa? Monas, Sudirman-Thamrin, Kemang, dan Cikini Raya dibenahi oleh Anies menjadi bagus, sudah jadi destinasi wisata.

“Gubernur banyak melakukan perubahan di Jakarta. Jembatan penyeberangan orang saja jadi destinasi wisata, bagi orang dari luar daerah. Kalau Ancol tidak berbenah maka maka berat untuk menjadi taman impian,” kata Geisz. (lms)

Komentar