oleh

Sandiaga Uno di Diskusi MN FORHATI: Kembangkan Bisnis Berbasis Silaturahmi

TILIK.id, Jakarta — Majelis Nasional Forum Alumni HMI-Wati (FORHATI) kembali menggrlar Diskusi Virtual dengan publik figur berkomoeten. Jika pekan sebelumnya menghadirkan Rocky Gerung, kali giliran Sandiaga Uno diundang sebagai keynote speech.

Mantan Wakil Gubrnur DKI Jakarta ini diberi tema “Strategi Cerdas Berbisnis untuk Bertahan pada Kondisi Keterpurukan Ekonomi Akibat Covid-19”.

Koordinator Presidium MN FORHATI Hj Hanifah Husein memberikan sambutan sekaligus pengantar diskusi yang juga menjadi host diskusi. Peserta yang terdaftar sebagai partisipan mencapai 100 orang dari kader Kohati dan pengurus FORHATI seluruh Indonesia.

Dalam pengantarnya, Hanifah Husein mengatakan, MN FORHATI selama Ramadhan sampai hari ini sudah melakukan banyak diskusi dengan pembicara dari berbagai latarbelakang ilmu.

“Yang kita lakulan hari ini adalah kembali berdiskusi dengan Bang Sandiaga Salahuddin Uno dengan tema bagaimana strategi bisnis yang cerdas menghadapi resesi ekonomi yang sudah jelas di depan mata,” katanya.

Hanifah mengatakan, fakta di depan mata bahwa wabah Covid ini mengakibatkan ekonomi anjlok. PHK di mana-mana, pelambatan ekonomi bisnis terjadi sangat signifikan. Akibat itu, terjadi rartusan ribu orang miskin baru.

Namun, kata Hanifah, ada sektor-sektor bisnis yang bise eksis di tengah pandemi ini. Dan inilah yang akan dibahas bersama Sandiaga Uno pada kesempatan ini.

Sebelum Sandiaga Uno menyampaikan papernya, beberapa partisipan diberi kesempatan memberi prolog. Antara lain Aan Khasanah,  Wirdaningsih, Wahida Laoma, Farida dari Jogyakarta, dan Ibu Ely. 

Sandiaga yang mengenakan kaos merah dan topi khas Gorontalo dalam paparannya mengatakan, ada dua masalah utama yang kita hadapi sekarang selain pada masalah pandemi covid ini adalah ekonomi. Dua masalah ekonomi itu adalah hilangnya mata pencaharian akibat omzet yang turun atau suami yang kehilangan pekerjaan.

“Yang kedua, adalah biaya hidup, harga bahan-bahan pokok, biaya kebutuhan sehari-hari kita yang semakin membebani keuangan dan ekonomi keluarga. Ada biaya listrik, BPJS, dan lain-lain,” kata Sandiaga Uno, dalam diskusi virtual, Sabtu sore.

Sandi menyatakan prihatin dengan masalah ekonomi ini. Namun dia juga berkeyakinan bahwa situasi saat ini diyakini dalam waktu dekat akan memasuki masa transisi dan selanjutnya bangkit kembali atau rebond pada usaha-usaha kita di masa pandemi ini.

Dikatakan, ada beberapa periode pandemi yang memukul perekonomian kita. Awal dari krisis ini terjadi pada awal Maret di mana pandeminya baru memulai, trennya masih rendah.

“Di sini para usaha UKM tertimpa satu beban yang luar biasa. Karena pandemi ini memukul jatuh UMKM pada ronde-ronde pertama krisis ini. Semua UMKM berubah menjadi satu sektor usaha yang mengedepankan cash is king. Yaitu keadaan di mana mobilitas dihambat secara signifikan oleh Covid-19 ini,” kata Sandiaga.

Di bulan April, kata Sandi, kita mulai beradaptasi dengan keadaan realita baru. Di sini UMKM mulai memproduksi produk-produk yang dibutuhkan pada saat PSBB, seperti beberapa jenis masker, hand sanitizer, dan alat pelindung diri.

“Sekarang kita masuk di bulan Mei. Di penghujung Mei, kita masuk di minggu-minggu yang sangat menentukan. Karena jika kita disiplin, kita memasuki puncaknya di bulan Mei akhir atau di awal Juni dan kemudian turun kita harus mampu meningkatkan silaturahmi kita ,” katanya.

Silaturahmi yang dimaksud Sandi adalah survive turn ecosystem. Misalnya beli masker di jaringan sendiri, beli sarung tangan dan belanja di toko sebelah, tetangga, di teman-teman, di ibu-ibu Forhati, tidak usah jauh-jauh belinya, beli saja di antara kita, dan seterusnya.

“Ini yang saya sebut bagian dari ekonomi berbasis kebutuhan. Survie true ecosystem. Ini juga bagian dari new normal. New normal hendaknya kita kembangkan bisnis milik kita sendiri,” kata Sandiaga Uno.

Berikurnya harus mulai memetakan bagaimana rencana bisnis sendiri, diawali dengan memutakhirkan rencana bisnis, mitigasi krisis. Karena sekarang harus pelajari permintaan akan teragregasi lebih rendah.

“Sebelum krisis kita banyak mengandalkan kuantitas. Kedepan, ibu-ibu fokus pada usaha-usaha yang mengandalkan kualitas. Bagaimana permintaan produk kita terakurasi dengan baik, sehingga kita bisa mengoreksi rencana bisnis kita,” beber Sandi.

Kedepan produk-produk kita laku bukan hanya laku karena murah, tapi harus memiliki kualitas keselamatan keluarga juga. “Ini yan saya sebut business contuinity plan,” kata mantan cawapres Prabowo di Pilpres 2019 ini.

Dalam bisnis, kata Sandi, masukkan aspek penghematan, karena kedepan usaha yang bisa bertahan adalah usaha yang melakukan penghematan, meminimalisasi biayanya.

“Bisnis sekarang berbeda. Tidak bisa bilang wah ini bisnis saya, kamu bisnisnya ini. Sekarang sudah berbeda, sekarang harus berkolaborasi. Tidak mementingkan siapa punya siapa,
tapi bagaimana mengembangkan usaha itu bersama-sama dalam konteks ekonomi berbasis silaturahim,” katanya.

Sandi juga memberi tips begini. Prediksikan dana untuk 3 bulan kedepan. Lakukan perencanaan berbasis skenario terburuk. Kita harus siap-siap kalau pandemi ini harus diperpanjang lagi PSBB-nya. Jangan panik, saling berpegangan tagan saling menyalahkan. Apalagi menyalahkan keadaan.

“Keadaan ini sudah menjadi takdir kita. Mari kita lakukan penyesuaian, melakukan adaptasi, lakukan perencanaan jangka pendek, 3 sampai 6 bulan dan evaluasi terus menerus,” katanya.

Sandi yakin keputusan pemerintah dalam upaya pemulihan berbasis data kesehatan, data dari tim medis, dari ahlinya. Jangan kepentingan ekonomi digunakan sebagai basis untuk mengambil keputusan. (lms)

Komentar