oleh

Belum Transparan Siapa Pelaku Pembagi “Nasi Anjing” di Warakas Jakarta Utara

TILIK.id, Jakarta — Warga Warakas Tanjung Priok dihebohkan dengan adanya pembagian bungkus bertuliskan nasii anjing. Nasi bungkus yang diberi cap dan logo anjing itu diterima seorang ibu setengah baya dan divideokan oleh seorang lelaki.

Para warga yang menerima nasi bungkus berlebel kepala anjing itu di sekitar Masjid Babah Alun-alun Warakas, Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Kasus sensitif di tengah bulan puasa itu membuat aparat Polda DKI, Polres dan Walikota Jakarta Utara turun langsung. Namun sampai Ahad malam belum diungkap siapa palaku pembagian nasi anjing itu.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan pihak Polres Metro Jakarta Utara telah turun tangan setelah menerima laporan dari warga yang telah menerima nasi bungkus berlogo kepala anjing, Ahad (26/4/2020).

“Saat itu ada warga yang melapor mendapatkan bantuan berupa nasi anjing dari seorang donatur di tengah wabah virus corona,” kata Yusri Yunus, Ahad sore.

Yusri pun mengaku telah mengamankan pihak yang telah membagikan nasi anjing tersebut di Polres Jakarta Utara untuk dimintai keterangan. Namun Kombes Yusri tdak merinci siapa dan dari komunitas mana pihak yang membagikan tersebut.

Sabab, pembagian tersebut bukan dilakukan oleh Pemprov DKI atau pihak walikota Jakarta Utara. Juga bukan dari Gugus Tugas Covid-19 Jakarta Utara.

Dari laman facebook mualaf.com sedikit memberi penjelasan dan alur cerita pembagian nasi berlogo kepala anjing itu. Berikut info yang diunggah pihak komuntas Mualaf Center Indonesia:

“Bismillah [PERHATIAN]
Ahad lalu, ada salah satu follower mengirimkan video ini, dan langsung kami kirim tim untuk memeriksa di sekitar Warakas, Priok, dimana ada aktifitas membagi bagikan nasi.

Lalu ternyata memang benar, ada dari pihak salah satu rumah ibadah yang membagi bagikan ratusan bungkus nasi dengan lauk daging anjing kepada masyarakat umum.

Dan masyarakat yang kebagian disekitaran kolong jembatan, depan masjid Babah Alun, dan karena LAPAR, maka masyarakat makan langsung tanpa bertanya tanya ini daging apa, astaghfirullah

Dan setelah kami konfirmasi ke rumah ibadah itu, krn yg melakukam adalah pengurus di rumah ibadah itu, namun, mereka mengelak dan mengatakan ini adalah oknum, mereka menyatakan bukan pihak rumah ibadah nya, dan kami sudah agak jauh bertanya, namun pihak mereka mengelak terus dan lepas tanggung jawab dan menyatakan ini ulah oknum

Baiklah, oknumnya sendiri sekarang sudah gak tau dimana, insyaaAllah namanya sudah ada.

Sebenarnya saya gak mau posting ini menunggu tertangkap aja, saya cuma kasih kisi2 pakai postingan leopard beberapa hari lalu. Namun krn akhirnya video nya beredar dan banyak yg posting, akhirnya saya angkat sedikit

Semoga bermanfaat

Steven Indra
Mualaf Center Indonesia
InsyaaAllah kami akan tetap ada untuk membantu mualaf dan membentengi aqidah ummat”

Namun menurut Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus memastikan pemberian nasi berlogo kepala anjing bertuliskan “Nasi Anjing” itu ada kesalahpahaman.

“Dugaan sementara terjadi salah persepsi antara pemberi dan penerima nasi bungkus,” kata Yusri Yunus kepada wartawan, Ahad (26/4/2020).

Pemberi yang dimaksud Kombes Yusri Yunus adalah komunitas ARK Qahal. Namun dari komunitas Mualaf Center Indonesia menyebut mereka adalah pengurus rumah ibadah.

Yusri mengaku polisi telah mendatangi tempat pembuatan nasi berlogo kepala anjing itu dan diyakini makanan tersebut halal. Bahan-bahannya cumi, sosis daging sapi, dan teri.

“Bukan berisi daging anjing seperti dugaan warga,” ujarnya.

Video seorang perempuan penerima nasi bungkus yang diterima TILIK adalah sama dengan yang beredar luas di masyarakat. Dalam video itu seorang ibu membuka nasi bungkus dan memperlihatkan lauknya.

“Dikasih sama tiga orang. Namanya nasi saya ambil, namanya dikasih. Pas saya lihat nasinya ada bacaan nasi anjing,” kata wanita tersebut.

Kemudian ada suara pria yang diyakini sebagai perekam video. Pria itu mengatakan, “Buat orang yang nggak tahu, dikasih nasi bungkus kirain sembako. Tapi ini nasinya nasi anjing nih.”

Walikota Jakarta Utara Sigit Wijatmoko mengatakan bahwa kasus tersebut telah ditangani oleh Polres Jakarta Utara.

Menurut Walikota, pembagian seperti ini oleh warga patut diapresiasi. Namun niat baik juga harus dilakukan dengan cara yang benar. Sebaiknya juga melibatkan RW RT bersama Gugus Tugas Covid-19 di wilayah masing-masing.

“Dengan melibatkan pihak yang bertanggung jawab, maka akan makin mewujudkan ketahanan sosial bagi semua,” ujarnya kepada wartawan, Ahad sore. (lms

Komentar